Setelah massa menjarah rumah yang diduga milik Ahmad Sahroni, penjarahan kembali berlanjut ke rumah beberapa anggota DPR lain hingga Menkeu. Hanya dalam 1 malam saja, massa berhasil menjarah harta benda dari rumah Eko Patrio dan Uya Kuya dan Sri Mulyani.
Personel polisi dan TNI ditugaskan untuk menjaga rumah anggota DPR RI untuk menjaga suasana agar tidak ricuh setelah dijarah massa. Namun jumlah anggota yang diturunkan untuk menjaga kerumunan tidak sesuai dengan banyaknya massa yang melakukan penjarahan ke rumah-rumah milik anggota DPR.
Aksi penjarahan rumah-rumah anggota DPR RI ini bermula setelah banyaknya unggahan terkait penjarahan di rumah Ahmad Sahroni yang beredar di media sosial. Aparat yang berjaga tidak bisa berbuat banyak, karena jumlah orang yang terus berdatangan untuk menjarah rumah anggota DPR sangat banyak.
Video aksi penjarahan yang dilakukan ke rumah 3 anggota DPR dan Menkeu Sri Mulyani sudah banyak beredar di media sosial. Dari rekaman-rekaman yang tersebar, sekolompok orang berramai-ramai mengambil beberapa barang mewah milik ke-3 anggota DPR serta milik Menkeu Sri Mulyani.
Penjarahan Rumah Eko Patrio
Setelah penjarahan terhadap rumah Ahmad Sahroni, rumah Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal Eko Patrio juga ikut dijarah oleh massa. Rumah politikus yang memiliki latar belakang artis tersebut dijarah oleh massa setelah rekaman yang menampilkan dirinya sedang berjoget di Gedung DPR RI viral.
Massa berramai-ramai menjarah rumah Eko Patrio yang berlokasi di Jalan Karang Asem 1, Jakarta Selatan pada Sabtu (30/8/2025) malam. Selama aksi penjarahan sedang berlangsung, tampak beberapa barang pribadi seperti perabotan, pakaian hingga barang-barang elektronik dibawa keluar dari dalam rumah.
Tidak hanya mengambil barang-barang, bahkan hewan peliharaan Eko Patrio yaitu seekor kucing anggora yang berada di dalam kandang juga ikut diambil massa. Kondisi rumah selama dijarah oleh massa sangat berantakan, dengan banyaknya sepihan kaca jendela yang pecah berhamburan di lantai rumah mewah tersebut.
Aktivitas orang-orang yang melakukan penjarahan rumah Eko Patrio menjadi sorotan warga sekitar yang memenuhi ruas jalan untuk menyaksikan aksi penjarahan. Aparat yang diturunkan ke lokasi tidak bisa berbuat apa-apa, melihat banyaknya orang yang masuk kedalam rumah tersebut untuk melakukan penjarahan.
Permintaan Maaf Eko
Melihat kericuhan selama aksi demo berlangsung, Eko Patrio yang didampingi dengan Sigit Purnomo menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah unggahan Instagram. Dalam sebuah video, Eko menyebutkan bahwa ia tidak memiliki niat untuk memperpara aksi demo yang sudah berlangsung selama beberapa hari.
Eko menyatakan, kedepannya ia akan menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan sungguhg-sungguh dan akan menepati seluruh janjinya kepada masyarakat Indonesia. Ia meminta agar masyarakat bersama-sama untuk mengembalikan kedamaian bangsa yang saat ini sedang terpecah, agar kericuhan ini bisa segera terselesaikan.
Penjarahan Rumah Uya Kuya
Selain menjarah rumah Eko Patrio, massa juga menjarah rumah milik anggota DPR, Surya Utama atau yang lebih dikenal Uya Kuya. Rumah Uya Kuya yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur, dijarah oleh sekelompok orang pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Sekitar pukul 23:00 WIB, rumah Uya Kuya digeruduk oleh ratusan massa yang mengakibatkan rumah mewah miliknya menjadi sangat berantakan. Ratusan orang yang memasuki kediaman Uya Kuya mengobrak-abrik seisi rumahnya dan mengangkut berbagai harta seperti meja, lemari, televisi, hingga pakaian.
Selama aksi penjarahan sedang berlangsung, beberapa orang berseru “Dari rakyat untuk rakyat” sambil merusak beberapa fasilitas yang tidak bisa diambil. Alasan Uya Kuya menjadi target penjarahan, karena massa menganggap dirinya tidak bersungguh-sungguh ketika mendengarkan kritik rakyat terkait tunjangan mewah DPR.
Setelah Uya Kuya mengeluarkan narasi yang menyebutkan gaji 3 juta bisa ia dapatkan hanya dalam 1 jam selama menjadi artis, banyak orang semakin emosi terhadapnya. Namun tak lama sebelum aksi penjarahan dilakukan, Uya Kuya sempat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas narasi yang pernah ia sampaikan.
Rumah Sri Mulyani Digeruduk
Rumah Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani yang berada di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tanggerang Selatan juga menjadi target penjarahan. Dari keterangan yang disampaikan oleh security, penjarahan terjadi pada Minggu (31/8/2025) dini hari, dan terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama penjarahan yang terjadi di rumah Sri Mulyani terjadi sekitar pukul 01:00 WIB dan gelombang kedua terjadi pada pukul 03:00 WIB. Security yang menjaga sekitar rumah menduga bahwa massa yang berkumpul telah diatur secara terkoordinasi, melihat pola pergerakan sebelum melakukan penjarahan.
Sebelum masuk kedalam rumah milik Sri Mulyani, massa menunggu instruksi yang berupa kembang api untuk dinyalakan dan memulai penjarahan. Ketika kembang api dinyalakan, massa langsung menerobos masuk kedalam tanpa bisa dicegah oleh security maupun aparat keamanan yang diturunkan untuk berjaga.
Instruksi yang diberikan kepada massa agar tidak membawa kendaraan ke wilayah kompleks semakin memperkuat dugaan bahwa aksi ini sudah direncanakan. Aparat keamanan yang diturunkan tidak bisa menghentikan massa dan hanya bisa menenangkan penjarah agar rumah tersebut tidak dibakar.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Menjadi Incaran Massa Dalam Aksi Demo DPR