Penangkapan Nicholas Maduro

Amerika Serikat (AS) telah melancarkan operasi militer senyap dan cepat untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicholas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Dalam operasi militer rahasia tersebut, militer AS langsung membawa keduanya keluar dari negara Venezuela untuk menghadapi proses hukum di AS.

Operasi militer yang dilakukan AS pada Minggu, 4 Januari 2026 tersebut menjadi salah satu peristiwa geopolitik paling dramatis di awal tahun. Langkah yang diambil AS dinilai sebagai keputusan paling agresif yang dilakukan oleh Amerika dalam mengubah rezim sejak invasinya ke Irak.

Serangakaian manuver yang dilakukan oleh AS membuat operasi militer rahasia tersebut bisa berlangsung dengan sangat cepat dan penuh dengan ketegangan. Operasi senyap tersebut juga langsung mengubah peta kekuasaan Venezuela hanya dalam hitungan jam saja sejak pertama kali dilancarkan oleh AS.

Setelah Presiden Venezuela bersama istrinya berhasil ditangkap oleh militer AS, Trump langsung membagikan hal tersebut melalui akun Truth Social miliknya. Ia mengklaim jika AS telah melakukan serangan dengan skala besar terhadap Venezuela untuk menangkap Nicholas Maduro dan istrinya Cilia Flores.

Detik-Detik Penangkapan

Selama operasi penangkapan dilakukan oleh militer AS, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku jika ia menyaksikan penangkapan Maduro secara langsung. Menurutnya, penangkapan yang dilakukan oleh pasukan AS dilakukan dengan penuh drama dan keberanian seperti menyaksikan acara-acara yang ditayangkan di televisi.

Operasi penangkapan yang dilakukan oleh militer AS diketahui dilakukan pada malam hari ketika Nicholas Maduro dan Cilia Flores sedang tidur. Presiden dan Ibu Negara Venezuela tersebut diseret paksa keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan khusus yang ditugaskan oleh AS.

Dikutip melalui beberapa sumber, operasi penangkapan dan penggerebekan Maduro dan Cilia dilakukan oleh satuan elite angkatan darat AS, Delta Force. Seorang pejabat militer AS menjelaskan, operasa penangkapan dilakukan saat pasukan khusus AS melakukan penyusupan ke wilayah Ibu Kota Venezuela, Caracas.

Sebelum menyusup ke wilayah Caracas, wilayah tersebut sempat diguncang sejumlah ledakan pada tengah malam yang memiu kepanikan warga dan aparat. Ditengah kekacauan tersebut, militer AS segera menuju ke lokasi persembunyian Presiden Venezuela dan istrinya seperti yang sudah dilaporkan oleh CIA.

Dievakuasi Jalur Laut

Setelah berhasil menangkap Maduro dan istrinya, pasukan khusus segera mengevakuasi keduanya menggunakan kendaraan militer yang sudah disiagakan oleh militer AS. Keduanya dibawa menggunakan kendaraan militer dengan pengawalan ketat sebelum dipindahkan ke sebuah kapal perang AS yang sudah bersiaga di perairan.

Dengan menggunakan kapal perang AS, Nicholas Maduro dan Cilia Flores langsung dibawa ke AS dan tiba di New York pada Sabtu malam. Keduanya ditahan oleh penegak hukum AS untuk menghadapi dakwaann konspirasi dan narkoterorisme yang dilayangkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Operasi Disiapkan Berbulan-bulan

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine mengungkapkan, penangkapan terhadap Nicholas Maduro dan istrinya dilakukan tanpa perlawanan terbuka. Jenderal Dan Caine juga menjelaskan jika kekacauan yang terjadi di Caracas masih bergejolak meski pihaknya sudah selesai melakukan operasi penangkapan .

Meski terlihat berjalan sangat mulus, Dan Caine menungkapkan jika operasi penangkapan yang dilakukan AS bukan keputusan yang diambil secara spontan. Berdasarkan pengakuannya, Pasukan AS sudah mempelajari kebiasaan Maduro dan istrinya secara detail seperti tempat yang sering ia kunjungi, pola makan dan rutinitas hariannya.

Tidak hanya atasan militer, Trump juga menjelaskan jika pasukan AS sudah melakukan latihan operasi penangkapan dan evakuasi menggunakan bangunan replika. Menurutnya militer AS juga sudah melakukan pelatihan selama berbulan-bulan hanya agar misi penangkapan ini bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana.

Operasi penangkapan Presiden Venezuela dianggap sebagai langkah terpenting untuk menghentikan peredaran narkoba di kawasan Amerika Selatan, sekaligus menguatkan posisi AS. Penangkapan ini juga menjadi tindakan paling agresif yang dilakukan oleh Amerika sejak invasi Irak yang dilakukan pada tahun 2003 lalu.

AS akan Mengelola Venezuela

Pernyataan Trump

Setelah berhasil menangkap Nicholas Maduro dan istrinya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengeloa Venezuela hingga transisi kepemimpinannya bisa diorganisir. Pernyataan tersebut ia sampaikan hanya beberapa jam setelah operasi militer AS berhasil menggulingkan Maduro dari kursi kekuasaannya sebagai pemimpin Venezuela.

Meski menyatakan akan mengelola Venezuela, Trump tidak merinci bagaimana ia akan mengelola negara berdaulat saat wakil presiden dan militer setempat masih berdiri. Ia hanya mengatakan jika dirinya berencana untuk mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak AS ke Venezuela dan menegaskan bahwa embargo minyak terhadap Venezuela akan berlaku penuh.

Meski AS menyatakan akan mengelola Venezuela, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menyatakan jika AS sudah melakukan penculikan dan tidakan biadab. Didampingi oleh dewan pertahanan negara, Delcy Rodriguez bersumpah jika Venezuela tidak akan menjadi koloni AS dan menuntut pemulangan Nicholas Maduro.

Trump membalas pernyataan Delcy dengan mengucapkan jika AS sudah siap untuk melancarkan gelombang serangan kedua yang lebih besar jika diperlukan. Sampai saat ini aramada AS masih dalam posisi siaga sehingga Amerika siap untuk mempertahankan seluruh opsi militer sampai tuntutan AS dipenuhi.

Baca Juga: AS Luncurkan Serangan Pertama Ke Wilayah Daratan Venezuela