Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menandatangani sebuah dekrit yang menarik keanggotaan AS dari 35 organisasi non-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 31 badan PBB. Pernyataan yang mengejutkan beberapa pihak tersebut disampaikan oleh Trump di Gedung Putih pada Rabu (08/01/2026) malam waktu setempat.
Trump menjelaskan jika langkah tersebut ia ambil setelah mempertimbangkan puluhan lembaga yang ia anggap bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat. Keputusan itu ia ambil setelah menginstruksikan pemerintahan untuk meninjau kembali keterlibatan AS dan dukungan ke semua organisasi internasional termasuk badan-badan penting.
Trump juga akan mengarahkan Menteri Luar Negeri AS setelah berkonsultasi dengan Perwakilan AS di PBB untuk meninjau keanggotaan resmi Amerika. Trump menegaskan jika keputusan tersebut sangat penting dalam menentukan organisasi, konvensi, dan perjanjian mana yang bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri AS melaporkan temuannya sebagaimana dipersyaratkan dalam Perintah Eksekutif 14199 yang dikeluarkan pada 4 Februari 2025. Setelah mempertimbangkan laporan tersebut, Trump menyeleksi organisasi yang akan ditinggalkan AS dan didanai sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat itu sendiri.
PBB Sesalkan Langkah Trump

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyampaikan penyesalannya atas keputusan yang diambil oleh Presiden AS, Donald Trump. Meski AS memutuskan untuk menarik diri dari sejumlah organisasi di bawah naungan PBB, Guteress menegaskan sistem PBB akan tetap berjalan.
Guteress menyatakan bahwa ia akan tetap menjalankan mandat yang sudah diberikan oleh negara-negara anggota PBB meski AS menarik diri. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Juru Bicara PBB, kontribusi wajib anggaran reguler PBB dan anggaran penjaga perdamaian adalah kewajiban.
Hal tersebut sesuai dengan kewajiban anggota seperti yang sudah diatur dalam Piagam PBB dan berlaku untuk semua anggota termasuk AS. Menurut Guterres, keputusan untuk menarik diri itu diambil setelah Trump menandatangani memorandum yang memberikan perintah khusus kepada badan eksekutif AS.
Dengan perintah khusus tersebut, Trump menginstruksikan seluruh departemen dan badan eksekutif AS untuk keluar dari puluhan organisasi dan perjanjian internasional. Dalam memorandum tersebut, pemerintah AS menyatakan bahwa kebijakan itu akan berdampak setidaknya pada 31 badan dan entitas dibawah naungan PBB.
Alasan AS Keluar PBB
Keputusan Trump untuk menarik diri dari organisasi PBB mengejutkan banyak pengamat global, terutama terkait alasan Trump di balik keputusan tersebut. Banyak pengamat memperkirakan keputusan Trump ini akan menjadi pertanda awal kemunduran Washington dari organisasi-organisasi perdamaian dunia dan kerja sama global.
Sebagian besar organisasi yang menjadi target Trump adalah organisasi-organisasi yang berfokus pada iklim, tenaga kerja, migrasi dan isu-isu lainnya. Departemen Luar Negeri AS menjelaskan alasan Washington untuk menarik diri dari puluhan organisasi internasional yang berada di bawah naungan PBB.
Alasan Washington menarik diri diantaranya karena pemerintahan Trump mendapati bahwa lembaga-lembaga tersebut terlalu berlebihan dalam cakupan yang seharusnya tidak diperlukan. Hal tersebut dianggap sebagai pemborosan yang dikuasai oleh aktor-aktor demi kepentingan memajukan agenda mereka yang bertentangan dengan agenda Washington.
Setelah mempertimbangkan hal tersebut, Pemerintahan Trump menilai hal tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan, kebebasan dan kemakmuran umum bagi Amerika Serikat. Keputusan Trump untuk menarik diri dari organisasi yang mendorong kerja sama antar negara bertujuan untuk mengatasi tantangan global terhadap AS.
Kebijakan Kontroverisal Trump
Langkah agresif yang diambil Trump juga bertujuan untuk menghindari ketegangan yang muncul ketika pemerintahannya meluncurkan upaya militer yang mengguncang Venezuela. Keputusan AS untuk menarik diri juga diikuti oleh ambisi Trump yang ingin menguasai Greenland hingga mengguncang kestabilan diantara sekutu Amerika.
Kebijakan lain yang tak kalah kontroversial yang diambil Washington dibawah pemerintahan Trump adalah penangguhan AS dari organisasi kesehatan dunia (WHO). AS menyatakan akan menarik diri dari badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan Badan Kebudayaan PBB, UNESCO.
China Tetap Dukung PBB Tanpa AS
Meski AS memutuskan untuk menarik diri dari PBB, pemerintah China menegaskan bahwa mereka akan tetap mendukung multilateralisme dengan anggota PBB. China juga akan menjalankan peran sentral PBB dalam urusan internasional, meski AS memilih untuk mundur dari puluhan organisasi dibawah PBB.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing menyatakan bahwa China tidak peduli bagaimana situasi berkembang. China tidak akan menarik diri meski tanpa AS dan akan tetap berkomitmen untuk membangun sistem tata kelola global yang adil.
Mao Ning menyatakan bahwa ini bukan pertama kalinya AS menarik diri dari lembaga-lembaga internasional yang berada dibawah naungan PBB. Menurutnya, organisasi internasional dan multilateral seperti PBB bukan untuk mewakili kepentingan egois suatu negara, tetapi untuk menjunjung tinggi kepentingan bersama.
Mao Ning juga menjelaskan bahwa sistem internasional yang berpusat pada PBB bertujuan untuk menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas global. PBB juga berfungsi untuk mempromosikan pembangunan sosial ekonomi, serta melindungi hak dan kepentingan yang setara bagi seluruh negara yang menjadi anggota.
Baca Juga: Sekutu Venezuela Mengecam AS Usai Tangkap Presiden Venezuela

