Acara Syukura Warga

Setelah Komisi Pembertantas Korupsi menetapkan Bupati Pati sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan, ribuan warga Pati melakukan syukuran. Aksi ini dilakukan warga dengan doa bersama, tetapi juga makan besar hingga aksi cukur gundul masal sebagai bentuk pemenuhan nazar.

Pantauan di lokasi perayaan, warga menunjukkan suasana penuh sesak namun penuh sukacita, warga dari berbagai elemen masyarakat datang membawa makanan. Tidak hanya itu, bahkan panitia yang menyelenggarakan acara menyembelih empat ekor kambing untuk dinikmati bersama oleh ribuan warga yang hadir.

Pemandangan unik dalam syukuran ini tidak sampai pada acara berdoa dan makan bersama saja, beberapa warga bahkan rela mencukur rambut mereka. Aksi cukur gundul ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan janji atau nazar jika sang bupati benar-benar ditangkap atas kasus hukum.

Beberapa warga juga mengaku jika mereka merasa sangat lega setelah KPK mengamankan Bupati Pati, sebab Bupati kontroversial tersebut sering membuat resah warga. Keresahan warga bukan tanpa alasan, Bupati Pati, Sudewo sempat mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan pajak PBB hingga 250 persen.

Aktivitas Warga Pati

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kabupaten Pati menggelar kegiatan yang bernuansa simbolis pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan tersebut mereka lakukan di Lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, untuk merayakan penangkapan dan penonaktifan jabatan Bupati Pati, Sudewo.

Penetapan status Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus jual beli jabatan oleh KPK telah memicu banyak reaksi dari warga Pati. Ribuan warga diketaui mengikuti acara syukuran warga yang diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Gerakan Aktivis Pati (GAP).

Warga yang mengikuti acara syukuran tersebut berdoa, potong tumpeng dan makan bersama untuk mnyampaikan rasa syukur kepada KPK karena telah menangkap Sudewo. Saat ini, Sudewo resmi ditahan oleh KPK untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut untuk mendapatkan informasi terkait aksi jual jabatan.

Meskipun sudewo ditangkap KPK, kondisi di Kabupaten Pati terpantau kondusif meski gejolak rasa syukur warga terus bergulir di berbagai titik. Respon warga ini menjadi sorotan publik karena dianggap sangat unik, sebab mereka justru merasa syukur setelah pemimpin mereka ditangkap KPK.

Warga Lepaskan 7 Kambing dan 7 Ayam

Persembahan Warga

Selama acara syukuran, Ketua Umum LSM GJL, Riyanta berdiri di depan massa yang mengikuti acara tersebut untuk menyampaikan pesan filosofis. Ia menyatakan untuk menambah makna dari acara syukuran tersebut, mereka akan mempersembahkan 7 ekor kambing dan 7 ekor ayam putih.

Riyanta menjelaskan jika hal tersebut dilakukan untuk menandai awal pembersihan besar-besaran terhadap praktik korupsi di Indonesia, dimulai dari Pati. Ia juga menegaskan, betapa pentingnya kesadaran terhadap asal-usul kehidupan Sangkan Paraning Dumadi tentang tujuan hidup, dan akhir kehidupan manusia.

Riyanta menambahkan, selama manusia masih diberikan nafas oleh tuhan, tujuan untuk menjadi pribadi yang baik dan tidak merugikan sesama adalah sebuah kewajiban. Di depan para anggota GJl, Riyanta menyerukan agar jangan menjadi manusia yang serakah dan bisa menumbulkan kerugian kepada sesama manusia.

Setelah itu, Riyanta menjelaskan makna melepaskan 7 ekor kambing, dimana kambing-kambing tersebut bukan hanya hewan ternak melainkan simbol rakyat kecil. Hal terseut terinspirasi dari kutipan yang pernah disebutkan oleh Bung Karno, “berikan saya 7 kambing, nani saya ganti 7 harimau”.

Makna 7 Ayam Putih

Terkait 7 ekor ayam putih dalam acara syukuran, Riyanta menjelaskan jika awalnya mereka memutuskan untuk menggunakan 7 ekor ayam hitam. Namun mereka tidak menemukan 7 ekor ayam berwarna hitam selama 3 hari, sehingga para anggota GJL memutuskan untuk menggantinya dengan ayam putih.

Atas kegagalan tersebut, seluruh anggota GJL mereungi jika seluruh hal-hal yang hitam atau gelap memang seharusnya diisolasi dari Indonesia. Sebagai gantinya, ayam putih dipilih oleh Riyanta, karena dianggap sebagai simbol kesucian dan kejernihan hati yang seharusnya dimiliki oleh manusia.

Pesan Khusus Untuk Presiden

Dalam acara syukuran atas penangkapan Bupati Pati, Sudewo, Riyanta juga memberikan pesan khusu yang ia tujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan pesan yang meminta Prabowo menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pembersihan nasional dari oknum yang sering melakukan tindakan korupsi.

Dalam pesannya, Riyanta menjelaskan jika langkah pembersihan ini bisa dimulai dari memperkuat aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, dan KPK. Menurutnya, pembersihan nasional sangat diperlukan terhadap siapapun yang sudah mengotori dan menghianati negara yang berpotensi menghambat pertumbuhan demi kepentingan pribadi.

Dengan begitu, ia berharap kepada Presiden Prabowo untuk memberantas segala bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang merugikan masyarakat. Menurutnya, acara syukuran yang dilakukan atas inisiasi warga Pati ini menjadi semangat dan harapan baru kehidupan yang lebih nyaman.

Ia menambahkan jika hal tersebut sudah sesuai dengan pedoman Pancasila dan UUD 1945, dimana kehidupan berbangsa bisa dijalani dengan damai. Terakhir, ia juga meminta agar masyarakat juga ikut membantu Presiden dalam memberantas korupsi dan tidak hanya menjadi penonton pasif saja.

Baca Juga: Bencana Longsor Terjang Cisarua Sebabkan Kepanikan Warga