Trump Calonkan Kevin Warsh

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk menggantikan Jerome Powell. Penunjukan Kevin sebagai pengganti Jerome Powell melalui seleksi yang berlangsung sejak musim panas lalu yang diwarnai dengan ketegangan Trump dan Powell.

Sebagai informasi, Kritik dari Donald Trump terhadap Powell sendiri telah muncul sejak ia menunjuknya sebagai Ketua The Fed pada 2018. Melalui akun Truth Socialnya, Trump sudah mengenal Kevin sejak lama dan tidak ragu jika ia akan tercatat sebagai Ketua The Fed.

Dalam ciutannya, Trump bahkan menyatakan jika ia tidak ragu jika Kevin akan tercatat sebagai ketua The Fed yang paling hebat. Kevin Warsh sendiri adalah seorang mantan pejabat The Fed dan nominasinya sebagai pengganti Powell dinilai tidak akan terlalu mengguncang pasar.

Anggapan tersebut muncul mengingat pengalamannya saat berada di The Fed, serta pandangan pelaku pasar dan tidak selalu mengikuti keinginan Trump. Ia dikenal publik karena memiliki respek dan kredibilitas dari pasar keuangan dan ia juga dikabarkan pro terhadap aset investasi kripto.

Profil Kevin Warsh

Kevin Warsh

Kevin Maxwell Warsh (55) memiliki latar belakang pendidikan dan karier yang mumpuni di sektor keuangan sehingga dianggap cocok menggantikan Powell. Ia Meraih gelar Sarjana Kebijakan Publik dari Stanford University (1992) dan gelar Doktor Hukum (Juris Doctor) dari Harvard Law School (1995).

Berdasarkan berbagai informasi yang beredar, Kevin menghabiskan tujuh tahun di Morgan Stanley (1995-2002) sebagai Direktur Eksekutif departemen merger dan akuisisi. Ia juga sempat menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve dari tahun 2006 hingga 2011 di bawah kepemimpinan Ben Bernanke.

Saat ini ia berprofesi sebagai peneliti senior di Hoover Institution, Stanford University, dan penasihat strategi ekonomi bagi Presiden Donald Trump. Selama krisis keuangan tahun 2008, Kevin dikenal sebagai jembatan utama antara Bank Sentral dan para bos besar di Wall Street.

Mantan Ketua Fed Ben Bernanke bahkan menyebut Kevin sebagai rekan krusial dalam merumuskan strategi melawan krisis karena pemahamannya yang mendalam. Secara historis, ia dipandang sebagai sosok yang sangat waspada terhadap inflasi, belakangan ini ia terlihat selaras dengan visi ekonomi Trump,

Trump Umumkan Pengganti Kevin

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengakhiri spekulasi panjang soal masa depan pucuk pimpinan bank sentral AS, The Fed. Usai menggelar proses seleksi yang menyerupai audisi terbuka selama beberapa bulan, Trump akhirnya memilih mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh.

Kevin Warsh dipilih sebagi calon ketua The Fed untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026. Penyeleksian kandidat pengganti Jerome Powell sudah dimulai oleh Trump sejak musim panas lalu untuk menyikapi ketegangan antara dirinya dan Powell.

Awalnya ada sekitar 11 nama yang masuk jajaran, mencakup pejabat aktif The Fed, ekonom senior, hingga pelaku pasar Wall Street. Setelah melakukan penyeleksian yang memakan waktu, Menteri Keuangan Scott Bessent kemudian menyaring daftar tersebut menjadi lima, lalu empat nama final.

Empat kandidat yang sempat dipertimbangkan adalah Kevin Warsh, Kevin Hassett, Christopher Waller dan Rick Rieder, namun nama Kevin Warsh menjadi pilihan utama. Untuk menguatkan posisi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed selanjutnya, Donald Trump sudah mengeluarkan pengumuman resmi ke publik.

Proses Persetujuan Senat AS

Setelah dipilih oleh Trump, kini Kevin Warsh harus melalui proses persetujuan Senat AS dan jika disetujui, ia akan mulai menjabat pada Mei 2026. Setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir, Kevin Warsh juga akan mengisi kursi Dewan Gubernur yang saat ini ditempati Stephen Miran.

Sejak periode pertama Trump menjabat sebagai presiden, ia dengan konsisten menekan The Fed agar memangkas suku bunga lebih agresif lagi. Meski The Fed sudah menurunkan suku bunga sebanyak 3 kali pada paruh akhir 2025, Trump tetap mengkritik kebijakan Jerome Powell.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga dianggap sebagai pembangkangan terhadap pembengkakan biaya renovasi besar kantor pusat The Fed di Washington. Apabila senat AS menyetujui Kevin sebagai ketua The Fed, ia akan masuk di periode kebijakan pengawasan perbankan cenderung dilonggarkan.

Sejumlah perubahan kebijakan AS mencakup penurunan persyaratan modal bank, pengurangan staf pengawas, serta mundurnya The Fed dari sejumlah agenda tambahan. Langkah tersebut dianggap seperti dorongan untuk mempersiapkan bank-bank di AS untuk menghadapi resiko iklim dan guncangan ekonomi dalam negeri AS.

Akan Ada Perubahan Besar

Setelah Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh, ia bahkan menyerukan akan ada perubahan besar di tubuh The Fed untuk mendukung perekonomian. Menurut pandangan Kevin Warsh, Defisit kredibilitas yang terjadi sebenarnya terdapat pada para pejabat yang saat ini menjabat di The Fed.

Penunjukan Kevin Warsh terjadi di masa yang sensitif bagi bank sentral AS, inflasi belum sepenuhnya terkendali, serta utang pemerintah meningkat. Departemen Kehakiman AS baru-baru ini bahkan memanggil Jerome Powell ke pegadilan terkait proyek pembangunan gedung The Fed yang ia rencanakan.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Meningkat Setelah Trump Mengancam Teheran