Sistem Monarki Norwegia sedang diguncang oleh skandal terbesar yang pernah ada, dimana anak laki-laki Putri Mahkota Mette-Marit akan segeramenjalani persidangan. Anak Putri Mahkota Mette-Marit dijadwalkan akan menjalani persidangan pada Selasa, 3 Februari 2026 atas tuduhan pemerkosaan dan penyalahgunaan bahan narkoba.

Pada Jumat, 30 Januari 2026, Marius Borg Hoiby (29) didakwa atas 38 tuduhan tindak pidana, yang beberapa di antaranya terjadi pada tahun 2018. Hoiby sendiri adalah putra dari Mette-Marit dari hubungan sebelum dia menikah dengan Putra Mahkota Haakon yang menjadikannya sebagai salah satu anggota kerajaan.

Atas tuduhan tindak kriminal yang ia lakukan, Hoiby akan menghadapi ancaman hukuman hingga 16 tahun penjara, apabila ia dinyatakan bersalah. Pengadilan distrik Oslo menjadwalkan persidangan yang dari 3 Januari sampai 19 Maret mendatang, diperkirakan akan menarik perhatian media secara intens.

Sejarahwan dan pakar monarki Norwegia, Trond Noren Isaksen menyatakan, skandal yang menjerat Hoiby akan menjadi skandal terbesar dalam 120 tahun terakhir. Kasus ini juga mengungkap semua pergaulan buruk Hoiby, yang tidak memiliki gelar kerajaan, tidak memiliki peran resmi atau karier profesional.

Diduga Langgar Perintah Penahanan

Marius Borg Hoiby seblumnya sempat ditahan oleh kepolisian Norwegia selama empat pekan setelah pengadilan mengabulkan permintaan polisi untuk melakukan penangkapan. Aparat kepolisian Norwegia juga mengeluarkan tuduhan terbaru terhadap Hoiby mencakup penggunaan pisau selama menajalani masa penahanan serta pelanggaran perintah penahanan.

Terkait hal-hal yang sudah ia lakukan selama menjalani masa penahanan, pihak kepolisian khawatir jika ia bisa kembali melakukan tindakan pelanggaran. Penangkapannya pada Minggu (1/2/2026) sudah menjadi yang keempat kalinya ia berurusan dengan pihak kepolisian sejak bulan Agustus 2024,

Penangkapan pertama terhadap Hoiby dilakukan setelah ia dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang saat itu sedang menjalin hubungan dengannya. Atas tuduhan tersebut, Hoiby sempat membantah beberapa tuduhan serius terhadapnya, namun ia tetap mengakui sebagian pelanggaran yang lebih ringan terhadapnya.

Dikutip kantor berita Reuters, Pengadilan Distrik Oslo sempat memberikan pernyataan terkait penahanan yang dilakukan terhadap putra dari Putri Mahkota Norwegia tersebut. Pihak Pengadilan Distrik Oslo menyetujui permintaan penahanan terhadap Hoiby untuk mencegah potensi pengulangan tindak pidana yang mungkin terjadi di masa depan.

Total 38 Dakwaan

Kini Hoiby harus menghadapi total 38 dakwaan terhadapnya dan tuduhan tindak pidana, yang beberapa di antaranya terjadi pada tahun 2018. Setelah kabar penahanan anggota kerjaaan Norwegia ini viral, terungkap jika kehidupan Hoiby ternyata dibiayai oleh Putra Mahkota Haakon, yang merupakan ayah tirinya.

Tuduhan yang dilayangkan kepada Hoiby mencakup kasus pemerkosaan, kekerasan, dan pelanggaran perintah penahanan yang baru-baru ini ditambahkan oleh pihak kepolisian. Namun Hoiby harus menghadapi tuduhan paling serius setelah dilaporkan empat dugaan kasus pemerkosaan dan pelecehan psikologis terhadap sejumlah mantan kekasihnya.

Kepolisian Norwegia pekan lalu sudah mengumumkan enam dakwaan terbaru terhadap Hoiby, termasuk “pelanggaran narkotika serius” yang terjadi pada tahun 2020. Ia dituduh sudah mengangkut 3,5 kilogram ganja, tanpa kompensasi finansial dan dia juga sudah mengakui tuduhan terhadapnya atas penyalahgunaan narkoba.

Saat ditangkap untuk pertama kali pada tahun 2024, ia mengaku memiliki sejumlah gangguan mental dan beberapa masalah penyalahgunaan zat terlarang. meski begitu, Jaksa Sturla Henriksbo menegaskan bahwa semua orang sama di depan hukum, terlepas dari status sosial, asal-usul, atau ikatan keluarga mereka.

Sikap Anggota Kerajaan Norwegia

Putra Mahkota Haakon

Setelah Hoiby ditahan oleh kepolisian Norwegia, keluarga kerajaan Norwegia mengambil sikap untuk berupaya menjaga jarak dari proses hukum yang berlangsung. Putra Mahkota Haakon sebelumnya juga sempat menyampaikan simpati kepada para perempuan dan anggota keluarga mereka yang terlibat dalam kasus ini.

Dalam pernyataannya, Putra Mahkota Haakon juga menyadari hal ini menjadi masa yang sulit bagi para korban dan menyampaikan rasa simpatinya. Ia juga menjelaskan bahwa Hoiby bukan anggota keluarga kerajaan sebagimana yang dikabarkan oleh media, namun ia adalah anak dari Mette-Marit.

Hoiby adalah anak dari hasil pernikahan Mette-Marit sebelum ia melakukan pernikahan dengan Putra Mahkota Haakon yang merupakan anggota kerajaan Norwegia. Ketika Mette-Marit menikah dengan anggota keluarga kerajaan dan pertama kali masuk kedalam istana, Hoiby saat itu sudah berusia empat tahun.

Baru-baru ini, Putra Mahkota Haakon telah menyatakan bahwa dirinya dan istrinya Mette-Marit tidak akan menghadiri persidangan yang akan dijalani oleh Hoiby. Haakon menegaskan bahwa Hoiby adalah seorang warga negara Norwegia dengan tanggung jawab dan hak yang sama seperti warga lainnya.

Tekanan Pada Citra Kerajaan

Kasus yang menyeret nama Marius Borg Hoiby adalah salah satu ujian terberat bagi popularitas citra monarki Norwegia dalam 120 tahun. Keluarga kerajaan umumnya dikenal rendah hati dan dekat dengan rakyat, namun setelah Hoiby terlibat hukum, publik kembali mempertanyakan hal tersebut.

Kasus ini juga menjadi salah satu peristiwa yang memaksa pihak istana untuk menarik garis tegas antara peran resmi anggota kerajaan. Anggota kerajaan dituntut untuk mengesampingkan urusan pribadi keluarga ademi menjaga integritas institusi monarki di mata masyarakat Norwegia yang semakin kritis.

Baca Juga: Donald Trump Umumkan Kevin Warsh Jadi Calon Ketua The Fed