Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan terus mendata kerusakan bangunan akibat dampak Gempa bumi bermagnitudo 6.4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Baru-baru ini, BPBD Pacitan telah mempublikasi data terbaru dari dampak gempa yang terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari.
Berdasarkan data yang telah dipublikasi, gempa yang mengguncang Pacitan mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, mulai rusak ringan hingga berat. Menanggapi bencana gempa bumi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, langsung turun ke lokasi untuk meninjau rumah warga yang terdampak.
Emil memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur selalu mendampingi masyarakat yang terdampak bencana gempa melalui beberapa program bantuan pemerintah. Pemprov Jatim akan segera menyalurkan bantuan untuk proses rehabilitasi bangunan yang rusak dan memberikan pasokan makanan kepada para korban gempa.
Pihaknya akan selalu hadir untuk memastikan seluruh warga yang terdampak bencana gempa agar bisa mendapatkan penanganan yang cepat dari pemerintah. Pemprov Jatim akan memberikan beberapa program bantuan stimulan kepada warga terdampak agar rumah dan fasilitas yang rusak bisa segera diperbaik
Bangunan yang Rusak Akibat Gempa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, mencatat sebanyak 43 bangunan terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah tersebut. Jumlah bangunan rusak yang telah dipublikasikan tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan asesmen lapangan belum sepenuhnya selesai dilakukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono, menyatakan bahwa petugas masih terus melakukan verifikasi di lokasi gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan yang dialami bangunan warga maupun fasilitas umum pasca bencana gempa bisa terdata sepenuhnya.
Dari 43 bangunan yang terdata, BPBD Pacitan mencatat sebanyak 38 unit merupakan rumah warga, sementara lima lainnya adalah fasilitas umum. Radite Suryo Anggono kembali menegaskan bahwa data yang telah ia publikasi masih bisa bertambah sebab pendataan belum dilakukan secara menyeluruh.
Fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat akibat bencana gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) mencakup kantor pemerintah desa serta bangunan sekolah. Ia juga menjelaskan, khusus untuk rumah warga, tingkat kerusakan yang terjadi akibat gempa sangat bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga sedang.
Bupati Pacitan Turun ke Lokasi

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji mendatangi lokasi gempa untuk meninjau dampak kerusakan di wilayahnya setelah diguncang gempa tektonik magnitudo 6,2. Setibanya di lokasi terjadinya gempa, Indrata langsung mendatangi rumah seorang warga Dusuk Ngalik, Desa Menadi, Kecamatan Pacitan untuk memeriksa kondisinya.
Saat meninjau lokasi terjadinya gempa, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji didampingi oleh Camat Pacitan, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Desa setempat. Ia menemukan sebuah rumah dengan atap dapur yang roboh mengakibatkan kerusakan yang cukup parah meski tidak sampai menyebabkan korban jiwa.
Bupati Pacitan langsung menemui pemilik rumah tersebut untuk memberikan dukungan moral agar pemilik rumah bisa lebih bersabar dalam menghadapi bencana. Dalam kunjungannya tersebut, Indrata juga sempat menyerahkan bantuan darurat bencana berupa kebutuhan bahan pokok dan terpal kepada korban bencana gempa.
Indranata menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus memberikan perhatian kepada para korban untuk memastikan kebutuhan pangan dan kesehatan terpenuhi. Dinas instansi terkait juga akan melakukan upaya perbaikan agar bangunan dan fasilitas yang rusak bisa segera berfungsi kembali dengan layak.
Korban Gempa
Seorang warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah bencana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah tersebut. Korban diketahui bernama Joko Santoso (53), ia adalah seorang warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo yang sempat tertimpa puing-puing bangunan yang runtuh.
Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Radite Suryo Anggono. Berdasarkan hasil penyelidikan petugas di lapangan, korban tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan, ia diduga mengalami syok setelah bencana gempa terjadi.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Radite, korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa mengguncang dan sempat berbincang dengan tetangganya. Namun setelah ia selesai berbincang dengan tetangganya dan kembali ke rumah, korban tiba-tiba terjatuh dan langsung di bawa ke rumah sakit.
Radite menjelaskan bahwa pihak medis saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap jenazah korban untuk menemukan penyebab pasti dari kematiannya. Dugaan sementara dari penyebab kematian korban karena ia tertimpa runtuhan bangunan dan sedang mengalami syok akibat bencana gempa yang terjadi.
Kesaksian Tetangga Korban
Tetangga korban yang bernama Rio Putra menceritakan kronologi yang telah ia saksikan, dimana korban keluar rumah bersama anggota keluarga lainnya. Saat gempa seluruh warga keluar dari rumah dan korban keluar melalui pintu belakang, namun tiba-tiba ia jatuh dengan posisi wajah menghantam lantai.
Warga sempat memberikan pertolongan kepada korban sebelum membawa korban ke rumah sakit terdekat agar ia bisa dirawat oleh tenaga medis. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rio, sayangnya upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban dan ia dinyatakan meninggal dunia karena syok.
Baca Juga: Seorang Siswa SD di NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

