BNN Bongkar Pabrik Sabu dengan Skala Besar di Aceh

Penggrebekan

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polri dan Bea Cukai membongkar laboratorium sabu berskala besar di Kabupaten Pidie, Aceh, dalam operasi gabungan. Operasi 21 Oktober 2026 menghasilkan penyitaan narkotika sekitar 1,2 ton serta penangkapan sebelas orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Lokasi utama ditemukan di sebuah rumah toko di Kecamatan Mutiara Timur, tempat petugas menduga sabu cair diolah menjadi kristal narkotika. Petugas menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta peralatan yang diduga digunakan untuk pengolahan ilegal.

Operasi ini merupakan hasil pengembangan informasi intelijen dan kerja sama dengan mitra luar negeri terkait dugaan jaringan narkotika internasional tersebut. Aparat juga menelusuri asal bahan baku, jalur distribusi, serta peran masing-masing orang yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut secara menyeluruh.

Penyidik masih mendalami keterlibatan para tersangka, termasuk dua warga negara Tiongkok dan sembilan warga negara Indonesia yang turut diamankan petugas. Pengungkapan ini diharapkan membantu memutus rantai peredaran narkoba dan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam memberantas jaringan lintas negara tersebut secara efektif.

Pernyataan BNN

Badan Narkotika Nasional menyatakan pengungkapan laboratorium sabu di Pidie, Aceh, merupakan hasil kerja sama intelijen dan operasi lintas lembaga nasional. Informasi awal diterima dari mitra Tiongkok, lalu ditindaklanjuti bersama Polri dan Bea Cukai melalui penyelidikan terhadap jaringan narkotika internasional tersebut.

Dalam operasi pada 21 Oktober, tim gabungan menggerebek sejumlah lokasi dan menemukan fasilitas yang diduga digunakan untuk mengolah sabu cair. Petugas mengamankan sebelas orang, termasuk dua warga negara Tiongkok dan sembilan warga Indonesia, untuk pemeriksaan serta pendalaman peran masing-masing mereka.

BNN menyebut total barang bukti mencapai sekitar 1,2 ton bruto, termasuk sabu kristal dan drum berisi meth oil yang diamankan. Peralatan yang diduga mendukung proses produksi juga ditemukan, sementara penyidik menelusuri sumber bahan baku dan jalur distribusi jaringan tersebut internasional.

BNN menegaskan penyidikan belum selesai karena aparat masih mengidentifikasi pihak yang diduga membiayai, mengendalikan, dan mendukung kegiatan laboratorium gelap tersebut. Kerja sama dengan mitra luar negeri akan dilanjutkan untuk membongkar jaringan narkotika dan mencegah produksi ilegal di Indonesia secara menyeluruh.

Upaya Pemberantasan Narkoba

Pemerintah terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran narkoba melalui operasi gabungan, pengawasan perbatasan, serta pengembangan informasi intelijen secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk membongkar jaringan pengedar, menghentikan produksi ilegal, dan melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks.

Pengungkapan laboratorium sabu berskala besar di Aceh menjadi salah satu contoh kerja sama antarlembaga dalam memutus rantai peredaran narkoba. Badan Narkotika Nasional bersama Polri dan Bea Cukai menindaklanjuti informasi intelijen untuk menemukan lokasi produksi serta mengamankan para terduga pelaku.

Selain penindakan, pencegahan melalui edukasi masyarakat dan rehabilitasi pengguna juga menjadi bagian penting strategi pemberantasan narkoba nasional. Pemerintah diharapkan memperkuat koordinasi lintas negara, meningkatkan pengawasan jalur distribusi, serta menindak tegas pihak yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

10 Tersangka Diamankan

Aparat gabungan menangkap sepuluh orang dalam pengungkapan laboratorium sabu berskala besar di Kabupaten Pidie, Aceh, pada Oktober 2026. Penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik mengembangkan informasi intelijen terkait dugaan aktivitas produksi narkotika yang melibatkan jaringan lintas negara tersebut.

Operasi yang melibatkan Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai itu menyasar beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan produksi sabu ilegal. Petugas mengamankan para terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut mengenai peran masing-masing dalam kegiatan tersebut.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat turut menyita barang bukti narkotika, bahan kimia, serta peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu. Penyidik kini mendalami hubungan antara para tersangka, sumber bahan baku, dan kemungkinan keterlibatan jaringan distribusi narkotika internasional.

Penangkapan para tersangka menjadi bagian dari upaya aparat memutus rantai produksi dan peredaran narkoba di Indonesia secara menyeluruh. BNN bersama lembaga terkait masih melakukan penyidikan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan berlaku.

Petinggi China Temui Kapolri

Petinggi China

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menerima kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok, Lan Weihong, di Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut membahas kerja sama pemberantasan jaringan narkotika setelah pengungkapan laboratorium sabu berskala besar di Kabupaten Pidie, Aceh, baru-baru ini.

Kedua pihak menyoroti pentingnya pertukaran informasi intelijen dan koordinasi lintas negara untuk menelusuri pelaku serta memutus jalur pasokan narkoba internasional. Menurut keterangan Polri, dukungan otoritas Tiongkok membantu aparat Indonesia mengembangkan penyelidikan hingga menemukan laboratorium yang memproses metamfetamin cair menjadi kristal.

Operasi gabungan itu mengamankan sejumlah orang dan menyita sekitar 1,2 ton barang bukti narkotika dari lokasi penggerebekan di Aceh tersebut. Lan Weihong menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi aparat kedua negara dalam membongkar jaringan narkotika lintas batas yang diduga melibatkan sejumlah pihak.

Kerja sama ini diharapkan diperkuat melalui pertukaran data, koordinasi penyidikan, dan dukungan penegakan hukum untuk mencegah kejahatan serupa lintas negara. Kapolri menegaskan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi sindikat narkotika yang beroperasi melintasi berbagai negara dan wilayah.

Baca Juga: Viral! Ayah di Cicalengka Aniaya Anak Hingga Meninggal Dunia