Seorang pedagang es gabus menjadi bahan perbincangan di media sosial setelah ia disebut menjual es menggunkan bahan yang bisa membahayakan nyawa anak kecil. Simpati publik yang mengalir deras kepada Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral karena difitnah menjual es berbahan spons, kini menyisakan cerita lain.
Menanggapi kabar viral yang menimpa salah satu warganya, Gurbenur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang biasa disapa dengan Kang Dedi memutuskan untuk mengunjunginya. Namun setibanya di kediaman Sudrajat dan keluarganya yang berada di Kabupaten Bogor, Jumat (30/1/2026), KDM dibuat geleng-geleng kepala.
Mesi datang dengan niat baik untuk melihat kondisi warganya yang terzalimi, Dedi justru menemukan fakta-fakta yang tidak sinkron setelah menemuinya. Pengakuan yang disampaikan oleh Suderajat berbanding terbalik dengan keterangan yang diberikan oleh Ketua RW setempat kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM).
KDM langsung merasa dibohongi oleh tukang es gabus yang sedang viral, Suderajat (50), sampai ia syok saat kebohongan itu terungkap. Meski begitu, oknum TNI yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Suderajat tetap diberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan yang sudah dilakukannya.
Mengaku Tidak Punya Uang

Ketegangan KDM dan Suderajat bermula ketika Dedi Mulyadi menanyakan kondisi keuangan Suderajat setelah viral “Pasti Babeh banyak duit sekarang,” ucap Dedi. Setelah mendengar jawaban dari Suderajat, KDM merasa terkejut sebab jawaban Suderajat berada diluar dugaannya, sebab Suderajat menyebut jika ia tidak memiliki uang.
Dalam pengakuannya, Suderajat menyebutkan “Boro-boro, sekarang masih nganggur,” jawaban singkat yang disampaikan oleh Suderajat langsung membuat KDM binggung sekaligus syok. Mendengar perbincangan tersebut, Ketua RW setempat langsung memotong pembicaraan dan memberikan penjelasan kepada KDM terkait bantun yang sudah diberikan kepadanya.
Ketua RT setempat segera memberikan rincian bantuan yang sebenarnya telah diterima oleh warganya tersebut kepada KDM untuk dilakukan peninjauan ulang. Berdasarkan rincian tersebut, Suderajat tercatat telah menerima uang donasi dari berbagai pihak dengan nilai yang fantastis untuk ukuran pedagang keliling.
Dari rincian yang diberikan oleh Ketua RW setempat, Suderajat diketahui sudah menerima bantuan dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp 65 juta. Tidak hanya itu, Suderajat juga diketahui mendapatkan hadiah berupa paket umrah gratis yang diberikan oleh seorang artis berasal dari Malaysia.
Teguran Terhadap Suderajat
Setelah memberikan rincian bantuan kepada KDM, Ketua RW setempat mengucapkan agar Suderajat tidak terus mnghalangi rezeki yang sudah diberikan kepadanya. KDM juga menambahkan teguran terhadap Suderajat dengan menyebutkan Babeh gak boleh lagi ngomong gak ada duit, berkah Allah harus disyukurin.
Drama Ngontrak 19 Tahun
Tidak hanya mengaku tidak memiliki uang, Suderajat juga mengaku bahwa ia sudah mengontrak selama 19 tahun kepada KDM dalam kunjungannya. Kepada KDM, Suderajat juga sempat bercerita sedih dan menjelaskan jika ia hanya mendapatkan warisan sebesar Rp 10 juta saja dari orang tuanya.
kejujuran Suderajat juga diuji terkait status tempat tinggalnya setelah mengaku sudah mengontrak selama 19 tahun, namun langsun dibantah oleh Ketua RW. Dari penjelasan Ketua RW, KDM menemukan fakta bahwa Suderajat ternyata tinggal di rumah sendiri yang merupakan pemberian almarhum orang tuanya.
Rumah tersebut juga masuk dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun 2025, degan kisaran harga Rp 35-40 juta. Setelah mendengarkan penjelasan dari Ketua RW, KDM kembali menegurnya dengan menyebutkan Lho Babe bilangnya ngontrak Kok bohong sih?, babe berdosa lho sama orang tuanya.
KDM juga menambahkan, meski orang tuanya sudah dikasih rumah tapi sama Babe (mengaku) nggak dikasih kan itu sudah termasuk berbohong. Setelah mendengarkan teguran dari KDM, Suderajat hanya bisa tersenyum kecil dan ia segera meminta maaf kepada KDM karena sudah berbohong.
Disarankan Menjadi Juragan Kelontong
Setelah mengetahui besarnya bantuan yang diterima oleh Suderajat, KDM menyarankan pria paruh baya tersebut untuk beraih profesi dari pedagang es gabus keliing. Saran tersebut disampaikan oleh Kang Dedi setelah ia mempertimbangkan dan mengingat trauma penganiayaan yang sempat dialaminya ketika berjualan es gabus.
Setelah Kang Dedi menghitung uang Sderajat dan uang tunai yang tersimpan di bank dan bantuan renovasi rumah yang sedang berjalan. KDM menyebut Suderajat sudah bisa naik kelas dan ia mungkin bisa menjadi juragan toko kelontong daripada kembali berjualan es gabus.
KDM juga menyumbang biaya tukang sebesar Rp20 juta agar proses renovasi rumah Suderajat bisa dilakukan dengan cepat sehingga layak dihuni. Kang Dedi juga berharap agar rumah Suderajat setelah direnovasi nantinya bisa ia manfaatkan sebagai tempat untuk berjualan di masa depan.
KDM juga memberikan semangat kepada Suderajat dan menyebutkan jika ia memang punya semangat usaha itu bisa maju dengan uang segitu. Gurbenur Jawa Barat tersebut menjelaskan dengan modal Rp 50 juta itu bisa bikin toko, warung kelontong yang bisa memberikan penghasilan.
Baca Juga: Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia Karena Penyakit Langka

