Insiden Kecelakaan di Singapura

Seorang ibu dan anaknya yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami insiden kecelakaan di Chinatown, Singapura pada Jumat, 6 Januari 2026. Insiden mengenaskan ini terjadi saat keluarga asal Indonesia tersebut sedang berjalan-jalan di sekitar area parkir dekat Kuil Relik Gigi Buddha.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh beberapa warga sekitar, sebuah mobil keluar dari parkiran tanpa memperhatikan pejalan kaki di sisi kanan. Mobil tersebut hanya memperhatikan sisi kiri jalan dan saat keluar mobil tersebut langsung menabrak ibu dan anak yang sedang berjalan.

Sewaktu kejadian, ayah korban tidak berada di lokasi kejadian, ia tiba beberapa menit kemudian dan langsung memeluk anaknya dengan histeris. Beberapa warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian Singapura agar pelaku bisa segera ditahan.

Tidak lama setelah ibu dan anak tersebut ditabrak, tim medis tiba ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura juga akan terus mendampingi kasus ini hingga bisa terselesaikan sepenuhnya.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan informasi dari AsiaOne pada Jumat (7/2/2026), insiden kecelakaan ini terjadi pada Kamis (6/2/2026), pukul 11:50 waktu setempat. Informasi tersebut didapatkan berdasarkan kesaksian yang diberikan oleh saksi mata yang berada di lokasi dan melihat langsung insiden mengenaskan tersebut.

Kasus kecelakaan maut ini bermula ketika seorang ibu bersama anaknya sedang berjalan kaki di sekitar area parkir Sout Bridge Road. Sewaktu ibu dan anak asal Indonesia tersebut sedang berjalan, sebuah mobil yang dikendaraai oleh seorang wanita bergerak keluar dari parkiran.

Menurut saksi mata, pengemudi melakukan kelalaian dan ia diduga tidak memperhatikan kondisi jalanan pada saat itu saat ingin berbelok keluar. Nguyen Thi Hanh adalah saksi yang berada tepat di belakang korban menjelaskan jika saat itu pengemudi hanya memperhatikan sisi kiri jalanan saja.

Setelah pengemudi memastikan sisi kiri jalan kosong, ia langsung berbelok kanan tanpa memperhatikan kondisi jalanan di sisi kanan saat itu. Akibat kelalaian pengemudi mobil, mobil tersebut langsung menghantam tubuh ibu dan anak tersebut hingga keduanya terpental dan terjatuh ke jalan.

Ayah Korban Datang Setelahnya

Berdasarkan keterangan saksi, ayah korban baru tiba di lokasi kejadian sekitar 2 menit setelah istri dan anaknya ditabrak oleh mobil. Setibanya di lokasi kejadian, ia terlihat sangat terkejut saat melihat kondisi istri dan anaknya yang tergeletak tak berdaya di jalanan.

Ayah korban juga terlihat terduduk lemas sambil memeluk tubuh anaknya yang sudah tidak berdaya di aspal hingga pihak medis tiba. Sesampainya petugas medis dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) di lokasi, mereka langsung melakukan prosedur CPR untuk menyelamatkan nyawa korban.

Penanganan Korban Tabrakan

Pertolongan Pertama

Tidak lama setelahnya, sebuah ambulans datang ke lokasi untuk membawa kedua korban ke Singapore General Hospital (SGH) untuk mendapatkan perawatan. Setibanya ambulans dilokasi kejadian, ibu dan anak yang menjadi korban tabrakan tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Saat dibawa ke rumah sakit, sayangnya nyawa anak berumur 6 tahun yang bernama Sheyna Lashira Smaradiani (SLS) tidak berhasil diselamatkan. Sementara sang ibu yang juga menjadi korban bernama Raisha Anindra Pascasiswi (31) masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura telah berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh kepada WNI korban kecelakaan yang terjadi di Singapura. KBRI juga akan membantu proses repatriasi jenazah Sheyna ke Indonesia sehingga jenazahnya bisa dibawa dikeluar dari Singapura tanpa mengalami kendala.

Koordinator Fungsi Protokol, Konsuler, dan PWNI KBRI Singapura, Maradona A Runtukahu sudah mengonfirmasi bahwa ayah korban telah menghubungi KBRI Singapura. Pemulangan jenazah Sheyna dilakukan pada Minggu pagi, (8/2/2026) dan ia juga sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Polisi Tahan Pengemudi Mobil

Menurut keterangan yang disampaikan oleh beberapa saksi mata, pengemudi mobil tersebut sempat keluar dari kendaraannya setelah menabrak dalam kondisi panik. Ia juga sempat mengeluarkan pernyataan untuk membela diri dan dianggap seolah tidak ingin disalahkan atas insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

Meski pengemudi sekaligus pelaku melakukan pembelaan diri, pihak kepolisian setempat mengambil tindakan tegas dengan langsung melakukan penahanan terhadap pengemudi tersebut. Alasan pihak kepolisian tetap melakukan penahanan karena wanita berumur 38 tahun tersebut diduga mengemudi tanpa pertimbangan matang yang menyebabkan kematian.

Sementara itu, suami pengemudi memberikan penjelasan bahwa istrinya berada di Chinatown untuk menjemput putra mereka yang juga berusia 6 tahun. Putranya yang berada di dalam mobil menyaksikan kejadian tersebut secara langsung dan merasa sangat terguncang hingga ia menangis dengan keras.

Tidak hanya putra mereka saja, istrinya yang telah ditahan oleh pihak kepolisian juga menangis hebat karena dirudung rasa bersalah. Saat ditelepon oleh istrinya, istrinya mengaku sangat tertekan karena ia merasa sangat bersalah karena sudah menyebabkan seorang anak kehilangan nyawa.

Baca Juga: Anak Putri Mahkota Norwegia Terjerat Skandal Mengejutkan