Mengisi Bensin

Di tengah tantangan dan dinamika geopolitik global, pemerintah Indonesia terus berupaya menjaga agar sektor energi nasional tetap berjalan baik dan berpihak kepada rakyat. Salah satu langkah konkretnya adalah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tetap berada di atas standar nasional.

Di sisi pasokan, pemerintah juga terus mendorong diversifikasi sumber energi dalam negeri, pemerintah menerapkan program mandatori Biodiesel 50 persen (B50). B50 adalah campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar, pada tahun ini diperkirakan akan menciptakan surplus stok gasoil di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui bahwa ketegangan geopolitik global masih menjadi tantangan yang sangat mengkhawatirkan. Kekhwatiran tersebut muncul karena pemerintah Indonesia hingga saat ini masih belum bisa memastikan kapan konflik di Timur Tengah akan berakhir.

Meski begitu, Bahlil menegaskan bahwa cadangan BBM dalam negeri saat ini masih terjaga dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan energi, Kementerian ESDM juga akan mempercepat kajian kebijakan agar dapat menyesuaikan diri.

Isu Kenaikan Harga BBM

Pada 31 Maret 2026, publik sempat dibuat gempar dengan kabar bahan bakar minyak (BBM) non subsidi akan mengalami kenaikan harga. Untuk meredahkan kepanikan warga, pemerintah memberikan jawaban mengenai isu lonjakan (BBM) yang dikabarkan akan terjadi pada Rabu (1/4/2026).

Pihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga, baik untuk jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi, di awal bulan April ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, setelah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero).

Langkah tersebut diambil oleh Mensesneg, Prasetyo Hadi atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi memastikan pasokan energi dalam negeri. Selain itu, langkah ini juga menjadi cara pemerintah untuk meredam keresahan masyarakat akibat beredarnya dokumen proyeksi kenaikan harga di medsos.

Setelah melakukan pertemuan, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian terkait harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi. Mensesneg berharap agar kabar ini dapat memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

Masyarakat Diminta Jangan Panik

Lebih lanjut, Prasetyo Hadi berharap agar masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM akan dijamin oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto juga akan selalu memprioritaskan kepentingan rakyat kecil dalam setiap pengambilan keputusan strategis termasuk pasokan energi dalam negeri.

Pertamina Jawab Isu Kenaikan Harga

Pertamina

PT Pertamina (Persero) telah memberikan respon terhadap isu kenaikan BBM yang viral di media sosial, salah satunya di Platform X. Dalam beberapoa postingan yang beredar di media sosial, banyak yang menyebutkan bahwa harga Pertalite akan naik hingga Rp14.000 per liter.

Menanggapi isu yang beredar di media sosial, PT Pertamina menegaskan bahwa postingan yang beredar luas tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai perubahan harga BBM.

Terkait isu kenaikan harga BBM non subsidi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex, PT Pertamina mengatakan hal lain. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa harga BBM subsidi yang beredar merupakan ranah kebijakan pemerintah.

Roberth juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sampai saat ini belum mengumumkan atau memutuskan penyesuaian harga terhadap semua jenis BBM subsidi. Ia juga memastikan bahwa harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan untuk BBM jenis Biosolar Rp6.800 per liter.

Menunggu Rilis Resmi Pertamina

Meski Istana Negara telah memberikan jaminan stabilitas pasokan energi dalam negeri, publik tetap diminta untuk selalu memantau kanal resmi Pertamina. Secara historis, PT Pertamina Patra Niaga rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga BBM setiap bulannya yang diumumkan melalui kanal resminya.

Pengumuman yang disampaikan PT Pertamina biasanya berlaku efektif setiap tanggal 1 pukul 00.00 waktu setempat setelah Pertamina membagikan rincian harga. Penyesuaian biasanya merujuk pada fluktuasi harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan mekanisme pasar internasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.

Namun sampai saat ini, PT Pertamina (Persero) masih belum merilis secara resmi daftar harga BBM terbaru untuk periode April 2026. Untuk sementara, harga BBM di SPBU seluruh Indonesia masih mengacu pada daftar harga periode Maret 2026 yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan bahwa BBM nonsubsidi atau jenis bahan bakar industri (RON 95 ke atas) masih dilakukan pengkajian. Harga BBM RON 95 ke atas memang cenderung mengikuti harga pasar global karena jens BBM ini tidak mendapatkan tanggungan negara.

Baca Juga: Viral! Kasus Videografer Amsal Sitepu Disebut Rugikan Negara