KApal Tanker

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak milik Amerika untuk melintasi Selat Hormuz. Izin tersebut diberikan Iran kepada AS sebagai hadiah untuk Amerika ditengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel-Amerika dan Iran di Timur Tengah.

Trump mengklaim langkah Iran yang mengizinkan kapal tanker AS melewati Selat Hormuz adalah sinyal baik dari Teheran di tengah konflik. Ia juga menjelaskab bahwa AS dan Iran sedang melakukan pembicaraan yang sangat substansial terkait kelanjutan konflik dengan orang-orang yang tepat.

Menginggat Selat Hormuz adalah titik penting bagi perdagangan minyak global, langkah ini menunjukukkan keseriusan Teheran dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga setiap tanda de-eskalasi dari Iran dapat meredakan premi risiko yang telah terjadi.

Sebagai imbalan dari izin yang diberikan oleh Iran, Trump menyebut pasukan AS akan menghentikan serangan ke Iran selama 10 hari. Utusan khusus Amerika, Steve Witkoff mengatakan bahwa di meja perundingan ada berbagai pihak yang mencoba berperan dalam mendorong penyelesaian damai.

Pernyataan Trump ke Publik

Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz pekan ini. Trump menyebut langkah Teheran tersebut sebagai sebuah hadiah untuk Amerika Serikat dalam konflik panas yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dalam rapat kabinet yang digelar Kamis (26/3/2026), Trump mengungkap Iran menunjukkan iktikad baik membuktikan keseriusan mereka dalam berkomunikasi. Dalam pernyataannya Trump menyebut Iran meminta Amerika untuk menunjukkan aksi nyata dan solid serta akan membiarkan delapan kapal minyak lewat.

Setelah menyatakan akan membebaskan 8 kapal tanker AS lewat, Iran meminta maaf dan menambah dua kapal lagi, jadi totalnya ada 10 kapal. Pernyataan Trump ke publik menjawab teka-teki yang ia lontarkan dua hari sebelumnya mengenai adanya hadiah dari Iran dalam sektor migas.

Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, mengonfirmasi pemerintah AS telah mengajukan kerangka perdamaian berisi 15 poin yang akan diberikan kepada Iran. Dokumen berisi 15 poin tersebut akan disampaikan ke Iran melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator antara Amerika Serikat dengan Iran.

Trump Menunda Serangan ke Iran

Setelah mendapatkan izin melewati selat Hormuz dari Iran, Trump mengatakan bahwa ia akan memperpanjang penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Militer AS dikabarkan akan menunda serangan ke fasilitas energi penting di Iran selama 10 hari hingga 6 April 2026.

Di akun Truth Socialnya, Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berjalan sangat baik, meskipun sehari sebelumnya Teheran menolak proposal gencatan senjata. Perpanjangan waktu tersebut, diminta oleh pemerintah Iran, menyusul keputusannya sebelumnya untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari.

Iran Membantah Klaim Trump

Klaim Trump yang menyebut Iran memberikan Amerika hadiah dengan membebaskan 10 kapal tanker AS melewati selat Hormuz langsung dibantah oleh Iran. Iran menegaskan bahwa klaim yang disampaikan Trump tentang Teheran memberikan hadiah besar ke AS tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Iran menilai pernyataan yang disampaikan Trump ke publik itu lebih bersifat retorika politik dan tidak mencerminkan kondisi operasional yang sebenarnya. Menurut sumber pemberitaan Iran, lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz saat ini diatur melalui jalur aman yang ditetapkan Iran.

Pemerintah Iran dengan tegas Jalur selat Hormuz hanya dapat digunakan oleh kapal dari negara-negara yang telah melakukan koordinasi resmi sebelumnya. Kapal Amerika Serikat maupun pihak sekutunya yang dianggap terlibat dalam agresi belum dapat melintasi jalur tersebut dalam kondisi saat ini.

Iran juga menegaskan bahwa kapal yang diizinkan untuk melintas merupakan milik negara yang telah menjalin komunikasi langsung dengan negara Iran. Aturan ini disebut akan menjadi praktik lazim, dilakukan melalui mekanisme teknis dan komunikasi resmi antarnegara ditengah ketegangan global yang terjadi.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Pengetatan akses di Selat Hormuz sejak awal konflik turut mendorong kenaikan harga energi yang memicu kepanikan global ditengah konflik. Rata-rata harga bensin di Amerika Serikat dilaporkan mencapai sekitar 3,98 dollar AS per galon, naik sekitar 1 dollar AS dibandingkan sebelumnya.

Meski telah terjadi lonjakan harga dari sebelum perang dimulai, Trump menilai dampaknya tidak separah yang diperkirakan oleh dirinya dan publik. Ia sebelumnya menduga bahwa harga minyak akan naik signifikan dan pasar saham akan turun lebih dalam namun tidak separah itu.

Di sisi lain, Trump mengakui risiko keamanan di Selat Hormuz ditengah konflik yang terjadi di Timur Tengah masih sangat tinggi. Ia juga menyoroti bahwa potensi Iran akan melakukan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz kedepannya sebagai tantangan utama.

Trump menyatakan bahwa 99 persen kapal akan berhasil melewati Selat Hormuz, sementara 1 persen tetap tidak bisa diterima. Karena satu persen itu bisa berarti satu rudal menghantam kapal bernilai miliaran dollar AS yang akan memunculkan kerugian besar.

Baca Juga: Pesawat Air Canada Tabrakan dengan Mobil Pemadan di Bandara