Banjir di Jakarta

Hujan deras yang menguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitaranya pada Minggu (18/1/2026) malam sempat mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan. Meski sempat menyebabkan bencana banjir, genangan air surut dengan cepat, hingga menyisakan satu ruas jalan saja yang masih tergenang air.

Untuk mencegah terjadinya banjir susulan di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan berupaya untuk mengurangi intensitas hujan. Berdasarkan data yang dirilis BPBD Jakarta, banjir yang terjadi setidaknya berdampak pada 48 RT dan 29 ruas jalan yang terendam.

Adapun banjir yang terjadi kemarin memberikan dampak yang cukup siginifikan terhadap mobilitas warga Jakarta dan sekitaranya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Genangan air bisa surut dengan cepat berkat bantuan BPBD Jakarta yang mengerahkan personel gabungan dengan Dinas Sumber Daya Air.

Personel gabungan BPBD dan DSDA diarahkan untuk melakukan pengecekan ke setiap saluran air yang mungkin tersumbat agar bisa kembali berfungsi. Meski kondisi sudah terpantau normal, banjir tetap memberikan beberapa dampak lanjutan yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga Jakarta dan sekitarnya.

Dampak ke Operasional KA

Akibat banjir yang terjadi di Jakarta, sebanyak 38.000 penumpang kereta api (KA) mengajukan proses kompensasi pengembalian bea tiket/refund. Pengembalian dana perjalanan KA sebesar 100% diluar bea pesan pembatalan keberangkatan KA imbas banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta.

Vice President (VP) Corporate Communication PT KAI, Anne Purba menjelaskan jika data tersebut adalah data akumulatif hingga 19 Januari 2026. PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang perjalanannya dibatalkan akibat bencana alam yang terjadi sejak 16 Januari 2026.

Anne menegaskan jika PT KAI akan tetap mengutamakan hak pelanggan melalui Service Recovery (SR) dan pengembalian bea tiket 100% sesuai ketentuan. Ia juga menjelaskan, PT KAI setidaknya sudah melakukan 34 pembatalan perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) untuk melakukan pemulihan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman dan nyaman bagi paa pelanggan dan petugas KA. Anne meminta para pelanggan untuk memaklumi kondisi ini karena dianggap sebagai force majure yang terjadi akibat faktor alam yang diluar kendali operasional PT KAI.

Pemulihan Operasional KA

Saat ini PT KAI akan melakukan upaya pemulihan operasional KA di sejumlah lintasan yang sempat tergenang banjir pada (18/1/2026). Dalam kondisi ini, PT KAI akan menerapkan peraturan operasional secara hati-hati dan adaptif demi memprioritaskan keselamatan para penumpang KA.

Anne menegaskan, setiap keputusan yang diambil perusahaan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan dan mempertimbangkan dinamika kondisi cuaca dan prasarana. Pada tahap pemulihan ini, kecepatan kereta api dibatasi hanya 30 km per jam sambil menunggu kecukupan pemadatan rel menggunakan MTT.

Underpass Senen Ditutup Sementara

Underpass Senen

Banjir yang melanda Jakarta akibat hujan menyebabkan lalu lintas di Underpass Senen, Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat terpaksa ditutup sementara. Petugas melakukan penutupan jalan agar banjir yang menggenang di Underpass Senen bisa segera diatasi dengan bantuan tim gabungan BPBD Jakarta.

Berdasarkan update terbaru, genangan ait masih terlihat hingga ketinggian sampai mata kaki orang dewasa, dan akses lalu lintas Undepass Jalan Letjen Suprapto ditutup. Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Muhammad Soleh menjelaskan, air mulai menggenang sejak pukul 04:00 WIB dan terus meningkat.

Setelah ketinggian air mencapai 30 cm, ia mengambil langkah untuk memutuskan akses jalan dan meminta bantuan Damkar untuk memompa air. Bina Marga DKI mendatangkan 2 mobil pemadam dengan 2 pompa air, sebab satu dari 2 pompa di Underpass Senen rusak.

Akibat penutupan lalu lintas sementara guna mengurangi volume air genangan banjir, tidak ada satupun kendaraan yang dapat melintasi Underpass Senen. Momen jalanan yang kosong dan terendam banjir itupun dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar untuk bermain air dan tertawa lepas.

Lalu Lintas Lumpuh Sehari

Genangan air yang terjadi di sekitar wilayah Jakarta menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total, sejumlah ruas jalan juga terpaksa ditutup. Saat genangan air masih tinggi, para pengendara roda dua dan roda empat diminta untuk memutar balik dan mencari jalur alternatif.

Banjir yang merendam jalan utama misalnya Jalan Ahmad Yani membuat polisi mengizinkan pengendara roda dua untuk melintas di Jalan Tol. Sejak Minggu (18/1/2026) siang, Gerbang Tol Pulo Mas arah Tanjung Priok dibuka untuk pengendara roda dua agar tidak menghambat aktivitas harian mereka.

Pengendara motor yang tidak bisa melintasi jalan utama tampak berbondong-bondong sambil dipandu oleh petugas kepolisian untuk melintas di Jalan Tol. Selain mengalihkan lalu lintas melalui jalan tol, BPBD DKI Jakarta juga melakukan operasi modifikasi cuaca yang akan dilakukan hingga 20 Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Inawa Adji menyatakan akan melakukan penyemaian di daerah perairan sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan awan menuju Jakarta. Langkah tersebut dilakukan dengan harapan untuk mengendalikan intensitas hujan di Jakarta sehingga lalu lintas di sejumlah wilayah bisa kembali normal.

Baca Juga: Kabar Terkini Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Maros