Viral! Video Asusila Kepsek dan Guru SD di Pekalongan

Rekaman Asusila

Media sosial kembali dibuat gempar dengan sebuah video yang melibatkan oknum kepala sekolah (Kepsek) dan guru SD di Kabupaten Pekalongan. Kasus tersebut memicu respons dari masyarakat serta pemerintah daerah yang kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait untuk mengetahui kronologi lengkapnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan menjelaskan akan menindaklanjuti peristiwa tersebut setelah video syur beredar dan menjadi pembicaraan di berbagai media sosial. Pemerintah daerah menyatakan akan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku sambil memastikan pemeriksaan terhadap kedua pihak dapat berjalan secara menyeluruh.

Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena diduga terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi kegiatan belajar mengajar. Kasus ini juga memunculkan perhatian mengenai pentingnya menjaga etika profesional serta tanggung jawab seluruh tenaga pengajar dalam menjalankan tugasnya sebagai guru.

Pihak berwenang masih mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi dan melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar di medsos mengenai peristiwa tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarluaskan kembali materi pribadi yang beredar, serta menunggu informasi resmi mengenai hasil pemeriksaan dan langkah hukum.

Langkah Penanganan Pemda dan Dispenkab

Pemkab Pekalongan

Pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut diketahui merupakan seorang kepala sekolah dan seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Pekalongan. Namun identitas lengkap dari keduanya tidak dipublikasikan secara resmi kepada masyarakat sehingga pemberitaan menggunakan keterangan jabatan dan status pekerjaan masing-masing.

Kepala sekolah yang menjadi sorotan diketahui merupakan aparatur di lingkungan pendidikan dasar Kabupaten Pekalongan sementara perempuan lainnya berprofesi sebagai guru. Kedua pihak disebut bekerja dalam lingkungan pendidikan yang sama sehingga identitas mereka kemudian menjadi perhatian publik setelah kasus tersebut viral.

Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispenkab) Pekalongan memilih tidak mengungkapkan nama lengkap kedua oknum kepada publik secara terbuka. Langkah tersebut membuat informasi mengenai identitas mereka dalam berbagai pemberitaan hanya menyebut jabatan kepala sekolah serta status guru sekolah dasar.

Dengan begitu, informasi yang telah dikonfirmasi kepada publik hanya berkaitan dengan posisi kedua pihak sebagai kepala sekolah dan guru SD. Nama lengkap, alamat, serta data pribadi tidak diumumkan secara resmi sehingga masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi identitas yang belum terverifikasi.

Terekam CCTV Tersembunyi

Kecurigaan warga dan komite sekolah terhadap kedekatan kepala sekolah serta guru SD tersebut akhirnya mendorong pemasangan kamera pengawas secara diam-diam. CCTV dipasang tanpa sepengetahuan kedua pihak untuk memperoleh bukti dan memastikan kebenaran informasi yang telah lama menjadi pembicaraan lingkungan sekolah.

CCTV tersembunyi tersebut diketahui telah dipasang sekitar akhir bulan Juli 2026 sebelum pelaksanaan kegiatan MPLS di sekolah tersebut sedang berlangsung. Posisi kamera ditempatkan secara tersembunyi dengan memanfaatkan bagian atap ruang guru yang mengalami kerusakan sehingga keberadaannya tidak diketahui oleh keduanya.

Warga dan komite sekolah dikabarkan membeli perangkat CCTV tersebut melalui iuran bersama setelah kecurigaan terhadap aktivitas kedua pihak semakin membesar. Dari hasil pemantauan CCTV, warga kemudian memperoleh rekaman yang menguatkan dugaan mengenai aktivitas asusila keduanya di lingkungan sekolah pada waktu tertentu.

Salah satu hasil rekaman CCTV kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat setelah diunggah oleh beberapa pihak. Keberadaan rekaman tersebut membuat kasus yang sebelumnya hanya berupa kecurigaan akhirnya mendapat perhatian publik hingga mendapatkan perhatian dari pihak berwenang.

Sudah Lama Menjalin Hubungan Asmara

Hubungan pribadi antara Kepsek dan guru tersebut disebut sudah lama menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah sebelum rekaman CCTV beredar luas. Informasi mengenai kedekatan keduanya telah diketahui sejumlah guru dan karyawan sehingga muncul kecurigaan mengenai hubungan asmara yang dijalani oleh keduanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan menyebut isu mengenai hubungan keduanya yang telah lama beredar di lingkungan tempat mereka bekerja sebelumnya. Kondisi tersebut membuat kedekatan diantara keduanya menjadi perhatian sebelum akhirnya informasi mengenai hubungan pribadi mereka semakin ramai dibicarakan oleh masyarakat.

Keduanya Dipindah Tugaskan

Setelah kasus tersebut menjadi perhatian pihak berwenang, kepala sekolah yang terlibat langsung dicopot dari jabatan dan ditempatkan di lingkungan dinas. Sementara itu, guru yang bersangkutan telah dipindahkan dari tempat tugas sebelumnya sebagai langkah awal penanganan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan.

Tindakan administratif tersebut dilakukan setelah Dispenkab Pekalongan memperoleh informasi dari pihak berwenang dan melakukan penanganan terhadap kedua oknum tenaga pendidik. Kepala sekolah tidak lagi menjalankan tugas sebagai pimpinan sekolah, sedangkan guru SD ditempatkan pada lokasi kerja berbeda sesuai keputusan pihak berwenang.

Pemkab Pekalongan juga telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keduanya untuk menentukan kemungkinan sanksi hukum lanjutan yang ditetapkan kepada keduanya. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil keputusan sesuai ketentuan kepegawaian dan aturan yang berlaku bagi aparatur negara.

Baca Juga: Ariel Tatum Resmi Ajukan Permohonan untuk Ganti Nama