Banjir bandang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat tiga kecamatan terdampak, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, dengan genangan meluas ke permukiman warga.
Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap dan air bercampur lumpur memasuki rumah warga di sejumlah lokasi terdampak banjir bandang tersebut. Data sementara BPBD menyebutkan 498 warga terdampak dan 120 rumah terendam, sementara tim gabungan melakukan evakuasi ke tempat aman terdekat.
Dampak banjir memutus akses jalan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, serta menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga di sekitar lokasi. Petugas mencatat empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak berat berdasarkan pendataan awal setelah air mulai surut perlahan.
Pemerintah daerah bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus membantu evakuasi, pendataan, serta penyaluran kebutuhan bagi warga terdampak banjir. Masyarakat yang tinggal dekat sungai diimbau tetap waspada terhadap hujan lanjutan, banjir susulan, longsor, serta bahaya lain yang mungkin terjadi.
Kronologi Banjir di Padang
Hujan deras mengguyur Kota Padang sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, sehingga debit sungai meningkat tajam dengan cepat. Laporan banjir pertama diterima BPBD pada pukul 12.52 WIB dari kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, sebelum air meluas ke permukiman lain.
Luapan air kemudian berdampak pada tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, dengan enam kelurahan dilaporkan terendam banjir tersebut. Hujan berintensitas tinggi membuat aliran sungai meluap, memasuki rumah warga, serta menghambat aktivitas masyarakat dan akses jalan di beberapa lokasi.
Petugas BPBD bersama tim gabungan, termasuk TNI, Polri, dan Basarnas, segera diterjunkan untuk mengevakuasi warga dari kawasan terdampak banjir tersebut. Kelompok rentan dan warga yang rumahnya terendam diarahkan menuju tempat lebih aman, sementara petugas menyelamatkan barang penting serta mendata warga.
Pendataan sementara mencatat 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam, sedangkan 672 warga dilaporkan mengungsi hingga Minggu, 11 Oktober. Pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan dan memantau kondisi sungai, sekaligus mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan hujan deras susulan kembali.
Dampak Banjir Bandan
Banjir bandang yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, menyebabkan sejumlah permukiman warga terendam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Dampak kejadian ini meliputi kerusakan rumah, gangguan akses jalan, serta aktivitas masyarakat yang terhambat akibat genangan air bercampur lumpur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat sejumlah kecamatan terdampak, termasuk Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo berdasarkan pendataan awal petugas lapangan. Air yang meluap dari sungai memasuki rumah warga, sementara beberapa akses jalan mengalami gangguan sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat sekitar lokasi terdampak.
Selain kerusakan bangunan, banjir juga memaksa sejumlah warga mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi serta mendata kebutuhan masyarakat terdampak bencana tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan yang dapat meningkatkan debit sungai dan memicu banjir kembali. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta mengikuti arahan petugas serta segera menjauh apabila kondisi lingkungan menunjukkan tanda bahaya.
672 Warga Mengungsi
Sebanyak 672 warga dilaporkan mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Para pengungsi dipindahkan ke lokasi lebih aman untuk menghindari risiko banjir susulan serta dampak kerusakan permukiman akibat luapan sungai setempat.
Petugas gabungan bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan warga terdampak, membantu proses evakuasi, serta menyalurkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan selama kondisi darurat berlangsung.
Bantuan dari Mensos

Menteri Sosial menyiapkan bantuan dalam dua fase untuk warga terdampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan darurat pengungsi serta dukungan pemulihan setelah kondisi lingkungan mulai membaik dan aktivitas masyarakat berangsur pulih.
Pada fase pertama, pemerintah memprioritaskan penyaluran makanan, pakaian, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Bantuan darurat juga diarahkan untuk mendukung operasional tempat pengungsian agar kebutuhan kelompok rentan tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Fase kedua akan diarahkan pada dukungan pemulihan bagi masyarakat setelah pendataan kerusakan dan kebutuhan korban selesai dilakukan oleh petugas lapangan. Pemerintah akan menyesuaikan bentuk bantuan berdasarkan kondisi keluarga terdampak, termasuk kebutuhan rumah tangga dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Kementerian Sosial berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana untuk memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak banjir. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai distribusi bantuan serta menyampaikan kebutuhan mendesak melalui petugas yang bertugas di lokasi pengungsian setempat.
Baca Juga: Arti Putusan MK Terkait Permasalahan Ijazah SMA Gibran

