Insiden Tabrakan

Telah terjadi insiden kecelakaan maut yang melibatkan sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Insiden ini terjadi di Musi Rawas Utara (muratara), Sumatera Selatan, hingga menyebabkan belasan korban jiwa dari truk ALS dan truk BBM.

Akibat tabrakan hebat, kedua kendaraan tersebut dilaporkan terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera yang menyebabkan proses evakuasi sedikit sulit dilakukan. Warga yang menyaksikan insiden tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan tersebut.

Polisi yang mendapatkan laporan dari warga langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian yang dilaporkan agar bisa segera mengevakuasi korban tewas dan luka. Setibanya di lokasi yang dilaporkan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan minta keterangan dari beberapa saksi terkait insiden kecelakaan maut tersebut.

Kepala Bidang Kesiapan Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Mugono mengungkapkan bahwa para korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. BPBD Muratara juga memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian pasca tabrakan sudah terkendali dan arus lalu lintas sudah berjalan lancar.

Polisi Lakukan Olah TKP

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin membenarkan adanya insiden kecelakaan maut yang melibatkan sebuah bus ALS dengan truk BBM. Aiptu Iin menjelaskan bahwa truk ALS yang berisi belasan orang penumpang melaju dari arah Lubuklinggau dengan tujuan ke arah Jambi.

Dari arah berlawanan, terdapat sebuah mobil truk tangki BBM yang berisi dua orang, hingga menyebabkan tabrakan hebat tak dapat dihindari. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh saksi mata, bus ALS menggunakan jalur yang berlawanan yang diduga untuk menghindari lubang di depannya.

Saat melintas di wilayah Karang Jaya, bus diduga mengalami gangguan teknis yang ditandai dengan munculnya percikan api dari bagian kendaraan. Mengetahui ada yang tidak beres pada kendaraannya, sopir bus berusaha mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko fatal.

Namun di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan tabrakan hebat tak bisa dihindarkan. Akibat benturan keras yang diakibatkan dari tabrakan kedua kendaraan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan yang sangat parah bahkan sampai terbakar.

Identifikasi Korban Kecelakaan

Korban Kecelakaan

Terkait insiden ini, Polda Sumsel membuka posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) yang disiapkan di RSUD Lubuk Linggau untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah. Kombes Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan proses identifikasi akan dilakukan oleh tim Dokkes Polda Sumsel yang telah diberangkatkan melalui jalur darat.

10 dari 16 korban tewas dalam insiden kecelakaan maut tersebut sudah berhasil di identifikasi dan akan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, 3 korban luka bakar saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Rupit dan sedang dirawat di ruang ICU.

Pesan Terakhir Sopir Truk BBM

Istri sopir yang mengendari truk BBM, Hariyanto yang bernama Puspa mengungkap pesan terakhir sang suami sebelum meninggal dalam kecelakaan tersebut. Hal tersebut ia sampaikan ketika dirinya bertemu dengan wartawan di depan kamar jenazah RS Siti Aisyah Lubuklinggau tempat suaminya berada.

Dengan nada sedih, Puspa menceritakan momen ketika sang suami sempat pulang ke rumah sebelum insiden kecelakaan yang merenggut nyawanya terjadi. Berdasarkan informasi yang ia berikan, momen pertemuan tersebut terjadi sekitat pukul 10.00 WIB, hanya beberapa jam sebelum insiden kecelakaan terjadi.

Pada saat itu, Hariyanto sempat mampir ke rumahnya sebentar dan menyempatkan diri untuk menanyakan apakah istrinya ingin dibawakan buah nanas. Meski begitu, Puspa mengaku tidak memiliki firasat apa pun dan bahkan tidak menduga bahwa itu akan menjadi pesan terakhir sang suami.

Puspa mengenang sang suami merupakan sosok yang baik dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan anak yang kini sudah ia tinggalkan. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Puspa kepada wartawan ketika berada di RS, Hariyanto adalah seorang ayah yang memiliki tiga anak.

Pihak ALS Buka Suara

Menanggapi insiden kecelakaan maut yang melibatkan sebuah bus ALS, pihak ALS akhirnya buka suara melalui Humas PT ALS, Alwi Matondang. Dalam pernyataan yang disampaikan ke publik, Alwi mengatakan dari 16 korban jiwa dalam insiden tersebut, 3 diantaranya merupakan kru ALS.

Alwi menjelaskan bahwa bus tersebut berangkat dari Semarang untuk menuju ke Kota Medan dengan membawa 18 orang di dalam bus. Meski begitu, Alwi menyatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih belum mengetahui kronologi pasti dari insiden yang menewaskan belasan penumpang tersebut.

Dari keterangan yang disampaika Alwi kepada pihak kepolisian, bus ALS yang terlibat kecelakaan maut tersebut dilaporkan memiliki nomor polisi BK-7778-DL. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, bus tersebut memiliki izin angkutan (Spionam) yang sudah kadaluwarsa sejak akhir 2025.

Bus tersebut tercatat melayani angkutan dari Terminal Amplas (Medan)-Terminal Tawangalun (Jember) dan izinya sudah kadaluwarsa sejak 4 November 2020. Meski begitu, status Lulus Uji Berkala (BLUe) bus tersebut masih aktif hingga 11 Mei 2026.

Baca Juga: Viral! Kasus Pecah Ban Massal di Jalan Tol Jogorawi