Polisi Buru 8 Terduga Pelaku Penembakan ASN di Jayawijaya

Penembakan 3 ASN

Kepolisian saat ini masih memburu 8 orang yang diduga berkaitan dengan kasus penembakan aparatur sipil negara (ASN) di Jayawijaya, Papua. Serangkaian penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas seluruh terduga pelaku untuk memastikan rangkaian peristiwa berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang dikumpulkan.

Kasus tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian setelah seorang ASN dilaporkan menjadi korban penembakan dalam laporan yang terjadi di wilayah Jayawijaya. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berupaya menemukan keberadaan 8 terduga yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut melalui langkah penegakan hukum.

Polisi sampai saat ini masih mengumpulkan informasi dari masyarakat serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. Upaya pencarian terhadap para terduga pelaku dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keamanan masyarakat dan petugas selama proses penanganan perkara berlangsung.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta terkait kasus tersebut sebelum mengambil langkah hukum lanjutan. Masyarakat diminta tetap tenang dan memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui hal yang berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki kepolisian.

Identitas Korban Penembakan

Berdasarkan laporan terbaru, ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan di Distrik Muliama. Identitas dari ketiga korban penembakan telah dikonfirmasi oleh Kodim 1702 Jayawijaya, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Korban yang bernama Aprida Rapi (49) diketahui bertugas sebagai Kepala Bidang Peternakan serta Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Sementara itu, korban yang bernama Alfonsius Albinus Meha (35) diketahui bertugas sebagai dokter hewan pada instansi pemerintah di daerah Jayawijaya.

Terakhir, korban penembakan bernama Willi Mbuik (25) berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil (PNS) pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiga korban tersebut diketahui bagian dari rombongan petugas yang sedang menjalankan tugas kedinasan untuk melakukan pemantauan di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Dengan begitu, identitas dari ketiga korban penembakan yang telah dikonfirmasi kepolisian adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. Ketiganya tercatat sebagai pegawai pemerintah daerah, dengan dua orang berstatus ASN dan satu lainnya berstatus CPNS pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Polisi Sudah Kantongi Informasi Pelaku

Kepolisian

Pihak kepolisian Jayawijaya menyatakan sudah mengantongi identitas 8 orang yang diduga terlibat dalam kasus penembakan terhadap pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Informasi tersebut akan digunakan sebagai dasar bagi kepolisian untuk melakukan pengejaran serta pendalaman lebih lanjut terhadap keberadaan para pelaku penembakan.

Kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan keterlibatan masing-masing terduga berdasarkan bukti dan keterangan yang telah diperoleh selama proses penyidikan. Aparat juga berupaya untuk mengungkap lokasi keberadaan mereka sehingga proses penegakan hukum dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku secara menyeluruh.

Identitas delapan terduga pelaku tersebut telah diketahui penyidik setelah petugas mengumpulkan berbagai informasi dari lapangan serta keterangan sejumlah saksi terkait. Polisi masih melakukan pencocokan informasi untuk memastikan seluruh data yang diterima sudah akurat sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya terhadap mereka.

Langkah pengejaran yang akan dilakukan terhadap 8 terduga pelaku akan dilakukan dengan melibatkan personel kepolisian di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya. Aparat menghimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena proses pencarian dan penyelidikan sedang berlangsung.

Ciri-Ciri Pelaku

Polisi memperoleh informasi mengenai ciri-ciri terduga pelaku setelah memeriksa saksi yang selamat dalam peristiwa penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Berdasarkan keterangan tersebut, aparat kepolisian memperkirakan kelompok terduga pelaku berjumlah sekitar delapan orang dan masih melakukan pengejaran terhadap mereka.

Selain keterangan saksi, polisi juga akan mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk mendukung proses penyelidikan. Aparat menyebut ciri-ciri terduga pelaku telah dikantongi, sementara pengejaran terus dilakukan untuk menemukan keberadaan mereka dan memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab melalui proses hukum.

Tanggapan KemenHAM

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengecam penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang terjadi di Distrik Muliama. KemenHAM menilai kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip penghormatan serta perlindungan hak asasi manusia yang berlaku.

Juru Bicara KemenHAM, Thomas Harming Suwarta meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum. Menurutnya ketiga korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan pekerjaan untuk mencari penghidupan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Papua.

KemenHAM juga menegaskan bahwa keselamatan serta penghormatan terhadap hak warga sipil harus menjadi perhatian utama aparat keamanan dalam situasi konflik. Pemerintah diminta memastikan penanganan perkara berjalan melalui mekanisme hukum yang berlaku sambil tetap mengutamakan perlindungan masyarakat serta mencegah korban berikutnya.

Selain meminta proses hukum berjalan, KemenHAM mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam konflik Papua menahan diri dan tidak memperburuk keadaan. Penyelesaian kasus diharapkan dilakukan melalui mekanisme hukum dengan menjunjung prinsip hak asasi manusia serta menjaga keselamatan masyarakat sipil secara menyeluruh.

Baca Juga: KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank Jabar