Praka Rico

Kabar duka kembali datang dari medan tugas perdamaian dunia UNIFIL di Lebanon, setelah seorang prajurit TNI kembali menjadi korban jiwa. Seorang prajurit TNI yang bernama Praka Rico Pramudia, dinyatakan gugur setelah hampir satu bulan berjuang melawan luka serius yang dideritanya.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan UNIFIL, pihak misi perdamaian menyebutkan bahwa Rico mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut. Ia menjadi korban ledakan proyektil yang menghantam markas pasukan di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026.

Peristiwa mengenaskan ini menambah daftar panjang korban dari Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sebanyak empat orang prajurit TNI dilaporkan telah kehilangan nyawa akibat serangkaian serangan Israel yang terjadi di zona perperangan di Lebanon.

Sebelumnya, Farizal Rhomadhon tewas dalam insiden yang sama, disusul Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ikhwan yang gugur sehari kemudian. Tak hanya korban jiwa, sedikitnya tujuh personel TNI lainnya mengalami luka akibat rentetan serangan Israel yang terjadi di wilayah perperangan.

Kronologi Gugurnya Praka Rico

Praka Rico Pramudia menjadi prajurit TNI ke-4 yang dinyatakan meninggal dunia akibat serangan militer yang dilakukan oleh Israel di Lebanon. Serangan yang dilakukan Israel tersebut dilakukan tepat di posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29 Maret 2026 lalu.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric pada Jumat (24/4/2026) menyatakan, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan medis. Ia menjelaskan jika Praka Rico sudah menjalani perawatan medis selama hampir sebulan akibat luka yang dideritanya dalam insiden yang terjadi di Adchit Al-Qusayr.

Dalam insiden yang sama juga menyebabkan Praka Farizal Rhomadhon yang menjadi korban jiwa dan jenazahnya sudah dibawa kembali ke Indonesia. Berdasarkan temuan awal UNIFIL, mereka mengindikasi ada sebuah proyektil yang ditembakkan dari tank Merkava Israel tepat di posisi sementara UNIFIL.

Eskalasi ketegangan antara Zionis Israel dengan kelompoh Hizbullah di Lebanon Selatan sejak awal Maret menyebabkan 6 personel UNIFIL kehilangan nyawa. Diantara 6 korban meninggal yang terjadi di area perperangan, 4 diantaranya merupakan prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian di Lebanon.

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir

Penghormatan Terakhir

UNIFIL menyelenggarakan upacara penghormatan terakhir kepada Praka Rico Pramudia yang gugur, di Bandara Beirut, Lebanon, pada Senin (27/4/2026). Upacara penghormatan terakhir tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian Rico.

Abagnara dalam keterangan resminya, mengucapkan rasa belasungkawa terhadap keluarga yang kehilangan sosok Praka Rico yang mengabdi di bawah bendera PBB. Ia juga memuji aksi heroik Praka Rico yang sudah datang jauh dari rumah ke Lebanon demi membawa perdamaian di Lebanon.

Abagnara menegaskan bahwa pengorbanan Praka Rico dalam menjaga stabilitas di kawasan yang sedang perang adalah dedikasi tertinggi dalam menciptakan perdamaian. Ia juga menjelaskan jika seluruh jajaran misi PBB akan menaruh rasa hormat yang mendalam atas keberanian prajurit asal Indonesia tersebut.

Pasukan UNIFIL yang tersisa juga menyatakan kesiapan untuk terus melanjutkan tugas berat yang ditinggalkan Praka Rico demi menjaga stabilitas kawasan. Abagnara juga menyatakan persatuan dan kewaspadaann ekstra bagi seluruh prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk menciptakan perdamaian jangka panjang.

Komitmen UNIFIL

Mayjen Abagnara juga menyampaikan komitmen UNIFIL untuk mewujudkan perdamaian melalui tindakan nyata dan rasa tanggung jawab dalam setiap operasional pasukan. Menurutnya itu adalah cara untuk menghormati Praka Rico dan ia akan selalu memberikan rasa hormat dalam setiap tindakan sebagai bentuk komitmen.

Tanggapan PBB Gugurnya Praka Rico

PBB melalui sejumlah pimpinannya menyampaikan turut berbela Sungkawa yang secara mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi Unifil. Dalam laporan terbaru disebutkan bahwa total ada 6 personil Unifil yang telah tewas dalam rangkaian insiden terbaru atau baru-baru ini.

Empat diantaranya adalah prajurit Indonesia dan bukan hanya itu, sejumlah pasukan juga disebut malami luka dan masih dirawat pihak medis. PBB juga menyarukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik termasuk Israel dan juga kelopok Hizbullah untuk segera menghentikan serangan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh PBB mengingat kedua negara saat ini sedang menyepakati perjanjian untuk gencatan senjata antara kedua belah pihak. Seruan tersebut disampaikan mengingat situasi keamanan di Lebanon Selatan yang semakin memburuk dan berisiko untuk menyeret lebih banyak lagi korban.

PBB khawatir jika korban tidak hanya dari pihak militer kedua negara, namun menyasar kalangan sipil dan juga pasukan penjaga perdamaian. PBB juga menegaskan bahwa adanya perlindungan ekstra terhadap personil UNIFIL seharusnya menjadi kewajiban semua pihak sesuai dengan hukum humanitar internasional.

Baca Juga: Purbaya Klarifikasi Terkait Ide Penerapan Tarif Selat Malaka