Media sosial (Medsos) belakangan ini banyak membahas kabar yang menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah meninggal dunia atau terluka parah. Perbincangan menjadi topik yang ramai diperbincangkan karena sosok Perdana Menteri Israel tersebut jarang tampil di depan publik dalam perperangan dengan Iran.
Topik ini menjadi semakin banyak bertebaran di bergai platform medsos karena pemerintah Israel maupun pihak terkait tidak memberikan konfirmasi resmi. Kabar tersebut juga sudah menjadi pembahasan media internasional terkait kabar yang menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu telah meninggal dunia atau hoaks.
Spekulasi di dunia maya dengan cepat berkembang hingga memunculkan pro dan kontra terkait kabar dari kondisi Perdana Menteri Israel tersebut. Meski banyak spekulasi telah bertebaran di media sosial, spekulasi-spekulasi tersebut masih belum dapat diverifikasi karena pihak terkait belum memberikan tanggapan.
Meski indikator tersebut memunculkan berbagai dugaan yang banyak diperbincangkan, hingga kini tidak ada bukti yang dapat memastikan kabar tersebut benar. Situasi ini kemungkinan akan segera terjawab apabila muncul pernyataan resmi pemerintah Israel, foto terbaru, atau pernyataan langsung dari media Israel.
Klaim Kantor Berita Iran
Kantor berita resmi Iran, Tasnim, mengklaim adanya indikasi bahwa pemimpin Israel tersebut mengalami cedera serius atau bahkan telah meninggal dunia. Setelah kantor berita Iran mengeluarkan statement tersebut, spekulasi liar mulai bertebaran di media sosial terkait rumor kematian Perdana Menteri Israel.
Kabar tersebut mendadak mencuat ke publik di tengah ketegangan perang yang kian memuncak antar Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sebagai informasi, statement tersebut diunggah melalui situs resmi milik kantor pemberitaan Tasnim yang menggunakan bahasa Ibrani pada Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam jurnal tersebut Tasnim merujuk pada kabar hilangnya Netanyahu dari publik selama beberapa hari terakhir sejak Iran melancarkan serangan balasan. Tasnim juga membagikan beberapa gambar yang memperlihatkan kondisi Benjamin Netanyahu yang sedang terluka parah sambil dikawal oleh beberapa prajurit Israel.
Gambar-gambar yang dibagikan oleh Tasnim dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial yang berhasil menjadikannya sebagai topik perbincangan utama. Topik perbincangan terkait kondisi Benjamin Netanyahu juga memunculkan pro dan kontra dimana sebagian besar warganet meragukan statement yang disampaikan Tasnim.
Indikator yang Memicu Spekulasi
Tasnim juga sempat memaparkan sejumlah poin yang dianggap sebagai tanda-tanda kejanggalan dalam aktivitas publik yang seharusnya dihadiri oleh Benjamin Netanyahu. Absennya Konten Video yang biasa sering dibagikan oleh Netanyahu, Perdana Menteri Israel tersebut biasanya merilis hingga tiga video setiap hari.
Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan kabar yang menyatakan dalam beberapa hari belakangan Netanyahu tidak pernah lagi memberikan verifikasi visual terbaru. Kunjungan penting Jared Kushner dan Steve Witkoff yang merupakan perwakilan khusus Amerika ke Israel tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas.
Bantahan Pihak Israel
Menanggapi laporan yang disampaikan oleh media pemberitaan Iran, media pemberitaan Israe The Jerusalem Post memberikan bantahan terhadap klaim menyesatkan tersebut. The Jerusalem Post dengan tegas menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki bukti fisik maupun konfirmasi dari pemerintah Israel yang kredibel.
Mereka dengan tegas menyebutkan narasi tersebut sebagai bagian dari upaya Iran dalam menghidupkan kembali rumor palsu selama konflik masih berlangsung. Menurut The Jerusalem Post, keamanan di sekitar pemimpin senior misalnya Netanyahu sering berubah secara dinamis selama masa perang masih berlangsung.
Selain itu, ketika lokasi pemimpin senior sedang terancam, komunikasi melalui teks merupakan hal yang lazim selama masa-masa ketegangan masih berlangsung. Dengan begitu, teori yang disampaikan oleh Tasnim ke publik saat ini tidak memiliki sumber kredibel yang bisa dipercaya oleh publik.
Klaim tersebut muncul saat ketegangan antara kedua negara sedang berada di titik didih setelah pasukan Israel dan AS menyerang Iran. The Jerusalem Post menjelaskan, serangan balasan yang dilakukan oleh Iran ke Israel menjadi penyebab Iran membagikan kabar hoaks terkait kondisi Netanyahu.
Netanyahu Muncul ke Publik

Setelah kabar Netanyahu meninggal dunia bertebaran di media sosial, Perdana Menteri Israel tersebut akhirnya buka suara setelah sekian lama menghilang. Dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosial X-nya, Netanyahu menepis rumor itu dengan memperlihatkan dirinya yang baik-baik saja.
Dalam video berdurasi 1 menit tersebut, Benjamin Netanyahu tampak sedang santai membeli secangkir kopi di sebuah kedai di pinggiran kota. Pada caption video tersebut, Benjamin Netanyahu menjelaskan dalam bahasa Ibrani bahwa dirinya sedang ngidam kopi, sehingga memutuskan untuk membeli kopi.
Ia bahkan memberikan tanggapan terkait isu jari miliknya yang berjumlah 6 kepada publik, ia meminta publik menghitung jarinya dengan benar. Dirinya menunjukkan lima jari di masing-masing tangannya agar tidak disangka sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) untuk menanggapi klaim Iran.
Tentang perperangan dengan Iran, Netanyahu menyatakan bahwa Israel saat ini sudah jauh dari marabahaya sehingga mereka sudah boleh keluar shelter. Meski begitu, ia berpesan agar tidak perlu terlalu jauh hanya untuk menghirup udara segara agar bisa terhindar dari serangan susulan.
Baca Juga: Perkembangan Konflik Timur Tengah Antara Iran dan Israel-AS

