Nus Kei

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Maluku, Agrapinus Rumatora atau yang biasa disapa Nus Kei menjadi korban penikaman. Berdasarkan kabar yang telah beredar, aksi penikaman tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) dan terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun

Setelah menjadi korban penikaman, Nus Kei sempat dievakuasi ke rumah sakit namun sayangnya nyawa Ketua DPC tersebut sudah tidak terselamatkan. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak yang mengingat perannya sebagai tokoh politik lokal yang aktif dan berpengaruh di daerah tersebut.

Pihak kepolisian yang mengetahui insiden penikaman tersebut langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan penangkapan terhadap dua terduga pelaku dalam waktu singkat. Sampai saat ini proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan paman dari John Kei ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan, pihaknya berduka, sedih, dan marah ketika mendengar kabar Ketua DPD II Golkar tewas ditikam. Sarmuji juga menuntut agar pihak kepolisian bisa segera mengusut tuntas peristiwa penikaman yang dilakukan kepada Nus Kei dengan lebih transparan.

Kronologi Penikaman

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono membenarkan kejadian yang menimpa Nus Kei tewas usai dirinya menjadi korban penikaman di bandara. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika Nus Kei baru saja sampai di Bandara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 10.45 WIT.

Saat itu, Nus Kei menggunakan pesawat Lion Air JT880 dan landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon. Setelah mendarat, korban langsung berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarganya yang sudah menunggu Nus Kei di pintu keluar bandara.

Namun tanpa diduga, korban langsung didatangi oleh seorang laki-laki yang tak dikenal dengan menggunakan jaket merah dan masker. Setelah korban melihat korban, laki-laki tak dikenal tersebut kemudian langsung melakukan penganiayaan terhadap korban yang menyebabkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia.

Akibat aksi penikaman tersebut, korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang. Korban awalnya sempat mencoba untuk menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara, tetapi akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar.

Dibawa ke Rumah Sakit

Nus Kei (1)

Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis setelah dirinya menjadi korban penusukan setelah mendarat dari pesawat. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita cukup parah dan dinyatakan meninggal dunia pukul 11:44 WITA.

Tanggapan Partai Golkar

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku mengutuk keras penikaman yang dilakukan oleh OTK hingga menyebabkan Nus Kei meninggal dunia. Meski sedang diliputi rasa amarah, Kader Golkar diminta untuk tetap tenang dan solid dalam menyikapi peristiwa yang menimpa Nus Kei.

Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy Mengutuk tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi kepada Nus Kei. Menurutnya, aksi penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi sehingga pihak kepolisian harus segera mengungkap kasus ini.

Umar meminta semua kader Partai Golkar Maluku Tenggara, untuk menahan diri dan tidak terprovokasi, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Menurutnya, rasa solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap yang lebih dewasa dan bukan dengan melakukan tindakan yang akan memperkeruh keadaan.

Umar menambahkan bahwa komintmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di Maluku dan akan menjaga kedamaian. DPD I Partai Golkar Maluku mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah ikatan persaudaraan.

Identitas Pelaku Penikaman

Polres Maluku Tenggara bergerak cepat dalam meringkus dua pelaku penikaman yang menimpa Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei. Kedua pelaku yang ditanggap berinisial HR (28) dan FU (36), keduanya diamankan dalam waktu sekitar dua jam setelah aksi penikaman.

Keduanya langsung dibawa ke Polres Maluku Tenggara untuk menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara terkait motif kedua pelaku. Kabid Humas Polda Maluku, Rositah menjelaskan bahwa Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi memimpin langsung dalam operasi pengejaran terhadap pelaku.

Karena dipimpin langsung oleh AKBP Rian Suhendi, kedua terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan dalam waktu singkat melalui serangkaian proses penyelidikan. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut, termasuk kemungkinan adanya hubungan antara pelaku dan korban.

Kapolda Maluku juga telah mengeluarkan perintah untuk menangani kasus penikaman ini secara profesional, transparan, dan tuntas demi menjaga kepercayaan masyarakat. Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri dan jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

Baca Juga: Skandal Dana Jemaat yang Digelapkan Eks Pejabat Bank BUMN